Simpang Empat, (Antara Sumbar) - Balai Diklat Industri (BDI) Padang akan melatih pelaku usaha mikro, kecil dan menengah Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar.
"Tahap awal kami ingin memajukan kerajinan sulaman emas Air Bangis dan industri lainnya. Tentu pelatihan industri ini penting untuk menghasilkan produk yang bagus dan murah," kata Bupati Pasaman Barat, Syahiran pada penandatanganan kerja sama dengan BDI Padang, di Simpang Empat, Selasa.
Ia mengatakan, saat ini industri Pasaman Barat sebenarnya cukup banyak, tetapi pengelolaanya belum baik.
"Tentunya kerja sama dengan BDI Padang ini akan meningkatkan kemampuan pelaku industri," katanya.
Ia menyebutkan pihaknya memiliki komitmen dalam menggalakkan industri UMKM tidak terlepas dari kemauan masyarakat itu sendiri. Apalagi, Pasaman Barat sudah memiliki Sulaman Benang Emas di Air Bangis.
Bupati mengharapkan, produk sulaman benang emas akan bisa dipasarkan paling tidak di Sumbar setelah melalui perbaikan dari segala sisi terutama kualitas.
"Pelatihan yang akan diadakan oleh BDI Padang selama 18 hari itu merupakan kesempatan emas bagi masyarakat kita. BDI telah menyiapkan segala sesuatu dengan baik," kata dia.
Ia menekankan agar Dinas Koperasi Perendustrian Perdagangan dan UKM melakukan seleksi terhadap binaan industri nantinya.
"Jangan hanya sekedar ingin ikut saja tetapi kelompok yang benar-benar serius dan berkemauan untuk belajar," katanya.
Sementara itu, Kepala Balai Diklat Industri Padang Kementerian Perindustrian, Jonni Afrizon menyampaikan memiliki komitmen yang bagus untuk pengembangan keterampilan industri rumah tangga.
Selain itu, Balai Diklat Industri (BDI) memiliki tugas dalam membentuk keterampilan terutama di bidang bordir dan fashion.
"Ini sudah menjadi program utama kita dalam menciptakan skil yang handal, sehingga melahirkan tenaga kerja yang unggul dan mandiri nantinya," katanya.
Ia mengatakan, BDi Padang memiliki program three In one yakni pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja.
Program inilah nantinya yang memberikan jaminan kepada tenaga kerja sehingga terjamin mutu dan kualitas.
"Mutu dan kualitas ini tidak bisa diucapkan begitu saja. Butuh sertifikat dan standarisasinya sehingga tenaga kerja kita memiliki skill. Tentunya akan bermuara kepada gaji atau pendapatan yang layak," ujar dia.
Ia menjelaskan tahun 2017 akan menambah skema pelatihan yakni di bidang batik, tenun serta kostum mode.
Apalagi, ketiga dunia itu saat ini sudah merambah ke pangsa pasar yang tidak terlalu sulit untum dijangkau oleh pelaku industri.
"Untuk di Pasaman Barat sudah nampak komitmen Pemkab dalam menggalakkan ini," katanya.
Ia mengatakan dengan adanya MoU ini akan semakin yakin Pasaman Barat dengan BDI bisa menghasilkan skil yang siap tempur serta menciptakan icon seperti Sulaman Benang Emas bisa menasional nantinya.
Pihaknya akan memberikan peluang kepada masyarakat Pasaman Barat untuk ikut pelatihan di Padang. Dengan catatan peserta yang dikirim harus orang yang benar-benar ingin belajar. (*)
