Pekanbaru, (Antara Sumbar) - Dua helikopter jenis MI-8 dari Satuan Tugas Kebakaran Lahan dan Hutan (Satgas Karlahut) Provinsi Riau melakukan operasi pengeboman air di Kabupaten Pelalawan setelah ditemukan adanya titik api di wilayah tersebut, Kamis siang.
"Dua heli telah diterbangkan ke lokasi kebakaran pukul 15.30 WIB tadi," Kepala Dinas Operasi Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Kolonel Pnb Yani Amirullah kepada Antara di Pekanbaru.
Ia mengatakan operasi tersebut dilakukan setelah Satgas Udara Karlahut Riau mendapat informasi akan meluasnya kebakaran lahan di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan.
Informasi awal yang ia peroleh menyebutkan bahwa kebakaran lahan di wilayah tersebut mencapai 15 hektar. Sementara, area yang terbakar adalah lahan kosong yang ditumbuhi semak belukar.
Menurutnya, petugas gabungan TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat telah berusaha melakukan pemadaman di wilayah tersebut melalui jalur darat. "Namun petugas kewalahan karena cuaca yang cukup terik sehingga harus dibantu melalui jalur udara," lanjutnya.
Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru merilis lonjakan titik panas dalam dua hari terakhir. Pada Rabu lalu (8/6) titik panas terpantau mencapai 34 titik yang mayoritas menyebar di tujuh Kabupaten di Provinsi Riau.
Mayoritas titik panas terpantau di Pelalawan 12 titik, Indragiri Hilir dan Siak masing-masing 6 titik. Selanjutnya titik panas lainnya menyebar di Kampar 3 titik, Bengkalis, Indragiri Hulu dan Meranti masing-masing 2 titik.
Keberadaan titik panas pada Rabu tersebut tidak jauh berbeda pada Selasa lalu (7/6), di mana keberadaan titik panas terpantau sebanyak 33 titik.
Namun begitu, dari sejumlah titik panas yang terpantau, sangat sedikit yang dipastikan sebagai titik api atau menjadi indikasi kebakaran lahan dan hutan dengan tingkat kepercayaan di atas 70 persen.
Sementara itu, kondisi temperatur di wilayah Pekanbaru terpantau cukup panas antara 33-35,5 C sebagai efek dari masuknya musim kemarau di wilayah tersebut. Meski pun cukup panas, BMKG Pekanbaru menyatakan secara umum cuaca di wilayah Riau masih berpotensi hujan ringan hingga sedang tidak merata berpeluang terjadi di wilayah Riau bagian Utara, Tengah dan Timur pada sore dan malam hari.
Komandan Resor Militer 031/WB Brigjen TNI Nurendi yang juga menjabat sebagai Komandan Satgas Karlahut turut menyatakan Pemerintah Provinsi Riau sepakat menetapkan untuk memperpanjang status siaga darurat Karlahut yang berakhir hari ini hingga 30 November 2016 mendatang.
Ia menjelaskan bahwa penetapan status siaga selama lima bulan tersebut tidak berarti tidak mampu menangani bencana kebakaran melainkan meningkatkan upaya preventif yang telah dilakukan sejak awal 2016 lalu.
"Status siaga darurat ditetapkan sebagai upaya preventif yang kita lakukan sejak awal terus maksimal," katanya. (*)
