Lubuk Sikaping, (AntaraSumbar) - Anggaran Program Partisipatif Berbasis Nagari (P2BN) di Kabupaten Pasaman pada tahun 2016 mencapai Rp30 miliar, meningkat dibanding tahun lalu yang berjumlah Rp20 miliar.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Puji Radial di Lubuk Sikaping, Senin mengatakan, untuk anggaran P2BN tahun ini telah dialokasikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) namun kini belum dapat disalurkan kepada masyarakat karena masih dibutuhkan pendalaman terhadap setiap penerima, dan verifikasi.
"Kegiatan P2BN itu telah banyak manfaatnya bagi masyarakat di nagari, berbagai sarana dan prasarana untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat telah dibenahi secara bertahap setiap tahun," katanya.
Kegiatan P2BN tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi, namun juga berdampak pula pada pengurangan angka pengangguran di Pasaman.
Dengan P2BN ini, masyarakat yang dulunya enggan membuka lahan tidur yang mereka miliki karena tidak adanya infrastruktur jalan untuk membawa hasil pertanian, sekarang dengan adanya kegiatan pembangunan seperti pembukaan jalan usaha tani, jalan perkebunan, dan lainnya, masyarakat akhirnya mau membuka lahan baru.
Puji menambahkan, seluruh kegiatan yang terlaksana dari program P2BN ini diharapkan bermanfaat untuk masyarakat Pasaman.
Sementara itu, tokoh masyarakat Nagari Jambak, Dt Rangkayo Basa (52), menyatakan P2BN yang diluncurkan oleh Pemkab Pasaman, berdampak positif dalam mengangkat perekonomian masyarakat, oleh karena itu perlu dilanjutkan.
P2BN mulai dari pembukaan jalan usaha tani, jalan perkebunan, saluran irigasi, pembangunan MDA dan sebagainya, berdampak pada pengembangan pemukiman masyarakat.
"Kami dalam hal ini bertindak sebagai pengawas, dan selama ini kami menilai program ini sangat banyak manfaatnya," jelasnya. (*)
