Batam, (Antara) - PT Yokohama Industrial Products, sebuah perusahaan asal Jepang membangun pabrik pendukung oil and gas di Kawasan Industri Terpadu Kabil Batam di atas lahan seluas 10 hektare senilai 3 juta Yen. "Pembangunannya dilakukan secara bertahap. Tahun ini dimulai untuk pabrik seluas 5,1 hektare, sisanya akan dikerjakan setelah pabrik pertama selesai," kata Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho di Batam, Minggu. PT Yokohama Industrial Products Manufacture Indonesia didirikan oleh korporasi raksasa Yokohama Rubber Co, LTD. Pabrik tersebut memproduksi fender laut pneumatik dan selang laut untuk pencampuran bahan, pencetakan dan vulkanisasi. Fender pneumatik laut dan selang laut terutama digunakan dalam penanganan dan mentransfer minyak mentah di laut. Dengan perluasan industri minyak, permintaan Yokohama Rubber fender laut dan selang diperkirakan akan meningkat juga. "Pabrik ini ditargetkan akan mulai beroperasi pada Juni 2015," kata dia. Saat ini, perusahaan manufaktur produk-produk offshore itu sudah memiliki pabrik di Jepang, dan pabrik di Batam akan menjadi tenpat produksi kedua. Pabrik tersebut, kata dia, juga akan meningkatkan total kapasitas produksi perusahaan untuk produk-produk tersebut menjadi sekitar 1,5 kali dari kapasitas yang sudah ada sekarang. Saat ini dalam hal pangsa pasar global, Yokohama karet menduduki peringkat pertama di fender laut pneumatik dan nomor dua di selang laut. Dengan kualitas tinggi dan kekuatan merek dalam sejarahnya, Yokohama Rubber berencana untuk meningkatkan pangsa pasar dan telah mempelajari pembangunan baru basis produksi di luar negeri dengan daya saing biaya unggul. "Dipilihnya Batam sebagai lokasi pabrik baru, hanya 20 kilometer dari Singapura, pelabuhan hub terbesar di Asia, yang memungkinkan keunggulan dalam hal distribusi pasar global," kata Djoko. Pada 2017, kata dia, Yokohama menargetkan peningkatan rasio penjualan ke luar negeri dari kelompok bisnis yang meliputi, produk industri, produk aerospaces atau kedirgantaraan dan barang olahraga dari 33 persen saat ini menjadi 50 persen. "Pembangunan pabrik di Batam juga termasuk dalam Grand Design tersebut," kata Djoko. Direktur Utama PT Yokohama Shuichi Toriumi melalui siaran pers oleh BP Batam berharap dengan dibangunnya pabrik tersebut perkembangan industri, khususnya di bidang oil and gas dapat terus berkembang dan menjadikan Batam sebagai salah satu pusat industri di wilayah Asia. "Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam pelaksanaan peletakan batu pertama ini," kata dia. Kepala BP Batam, Mustofa Widjaja menyambut baik pembangunan tersebut yang dianggap menjadi indikasi positif dari perkembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam. (*/WIJ)
Berita Terkait
Jasa Raharja gelar industrial symposium bersama PERSI dengan penganugerahan "JRCare Award 2024"
Sabtu, 19 Oktober 2024 11:21 Wib
STP Unand luncurkan Solok Belibis Ekraf dan Industrial Gathering
Kamis, 9 November 2023 18:14 Wib
Pemerintah terus jaga hubungan industri harmonis agar tak terjadi PHK
Selasa, 14 Maret 2023 18:01 Wib
Industrial bawang goreng
Jumat, 26 April 2019 13:22 Wib
Pemprov Sumbar Siap Lengkapi Berkas PIP
Rabu, 2 November 2016 22:36 Wib
Pekerja Pertamina Akan Lakukan Aksi Industrial
Sabtu, 12 Maret 2016 10:55 Wib
Pemenang Lomba Foto Industrial Semen Padang
Selasa, 20 Oktober 2015 23:31 Wib
Menakertrans: Peringatan Hari Buruh Bangun Kebersamaan Industrial
Senin, 28 April 2014 15:36 Wib
