Ada 145 program studi belum terakreditasi di wilayah Kopertis X
Kamis, 7 Juni 2018 9:01 WIB
Koordinator Kopertis X Prof Herri (Antara Sumbar/M R Denya)
Padang, (Antaranews Sumbar) - Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) wilayah X mencatat, sekitar 145 program studi (prodi) dari keseluruhan 945 jurusan yang belum atau non terakreditasi di empat provinsi Sumbar, Riau, Jambi, dan Kepulauan Riau.
"Sebagian status prodi non terakreditasi ini karena tahap akreditasi ulang menyusul habisnya waktu, selebihnya memang belum melakukan proses akreditasi" kata Koordinator Kopertis X Prof Herri di Padang, Kamis.
Dari 145 non akreditasi tersebut, prodi di Sumbar menjadi yang terbanyak dengan 69 jurusan dari 393 unit secara keseluruhan.
Dengan rincian prodi berakreditasi B dan C yang habis masanya sebanyak 1 dan 13 dan 55 belum terakreditasi.
Diikuti oleh Kepulauan Riau dengan prodi non terakreditasi dengan 42 jurusan dengan rincian berakreditasi B sebanyak 1 prodi C sebanyak 8 dan tidak terakreditasi sebanyak 33 unit.
Serta Riau dan Jambi masing-masing 19 dengan komposisi (1-10-8) dan 15 jurusan (0-7-8).
"Bila dilihat dari prodi yang belum terakreditasi tersebut didominasi bidang kesehatan sebanyak 27 prodi, karena jumlahnya yang banyak," kata dia.
Masih banyaknya prodi belum terakreditasi tersebut kata Herri berdampak negatif bagi pengembangan prodi ke depan.
Sebab selain sulit mengajukan beberapa kerja sama atau bantuan kepada berbagai instansi, prodi yang belum terakreditasi akan kesulitan menerima mahasiswa.
Mengingat saat ini masyarakat sebelum menyekolahkan putranya akan memilih akreditasi A atau B di samping C bila dekat domisili.
Sejauh ini Kopertis X telah mengimbau kampus yang belum terakreditasi tersebut untuk mempercepat akreditasi ulang dan memproses akreditasi secepatnya.
Bahkan di Kopertis telah ada program bimbingan untuk pengurusan akreditasi tersebut.
"Akreditasi penting sebab menjadi tolok ukur suatu kampus berkualitas atau tidak," kata Herri. (*)
"Sebagian status prodi non terakreditasi ini karena tahap akreditasi ulang menyusul habisnya waktu, selebihnya memang belum melakukan proses akreditasi" kata Koordinator Kopertis X Prof Herri di Padang, Kamis.
Dari 145 non akreditasi tersebut, prodi di Sumbar menjadi yang terbanyak dengan 69 jurusan dari 393 unit secara keseluruhan.
Dengan rincian prodi berakreditasi B dan C yang habis masanya sebanyak 1 dan 13 dan 55 belum terakreditasi.
Diikuti oleh Kepulauan Riau dengan prodi non terakreditasi dengan 42 jurusan dengan rincian berakreditasi B sebanyak 1 prodi C sebanyak 8 dan tidak terakreditasi sebanyak 33 unit.
Serta Riau dan Jambi masing-masing 19 dengan komposisi (1-10-8) dan 15 jurusan (0-7-8).
"Bila dilihat dari prodi yang belum terakreditasi tersebut didominasi bidang kesehatan sebanyak 27 prodi, karena jumlahnya yang banyak," kata dia.
Masih banyaknya prodi belum terakreditasi tersebut kata Herri berdampak negatif bagi pengembangan prodi ke depan.
Sebab selain sulit mengajukan beberapa kerja sama atau bantuan kepada berbagai instansi, prodi yang belum terakreditasi akan kesulitan menerima mahasiswa.
Mengingat saat ini masyarakat sebelum menyekolahkan putranya akan memilih akreditasi A atau B di samping C bila dekat domisili.
Sejauh ini Kopertis X telah mengimbau kampus yang belum terakreditasi tersebut untuk mempercepat akreditasi ulang dan memproses akreditasi secepatnya.
Bahkan di Kopertis telah ada program bimbingan untuk pengurusan akreditasi tersebut.
"Akreditasi penting sebab menjadi tolok ukur suatu kampus berkualitas atau tidak," kata Herri. (*)
Pewarta : MR Denya Utama
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kepala LLDIKTI-X evaluasi penyelenggaraan dan pengelolaan perguruan tinggi swasta
11 April 2022 12:23 WIB, 2022
Tiga Program Studi di bawah naungan LLDIKTI-X peroleh izin dari Kemendikbudristek
14 July 2021 8:45 WIB, 2021
LLDIKTI-X minta masing-masing PTS siapkan unit pengontrol jalannya prokes
19 May 2021 11:15 WIB, 2021
LLDIKTI-X surati empat perguruan tinggi untuk pelaksanaan vaksinasi bagi dosen
27 April 2021 10:27 WIB, 2021
Sekjen Kemendikbud lantik Prof Herri sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah X
09 December 2020 15:27 WIB, 2020
Prof Herri : Orang tua tak perlu cemas daftarkan anak ke PTS karena masalah ekonomi, pemerintah sediakan 12.000 beasiswa
14 August 2020 19:54 WIB, 2020
Profesor Herri : Dosen berkualifikasi unggul tentu lahirkan lulusan unggul pula
30 July 2020 15:46 WIB, 2020
LLDIKTI Wilayah X harapkan agar PTS tingkatkan pengembangan perpustakaan
01 July 2020 13:57 WIB, 2020
LLDIKTI Wilayah X sebut terdapat 242 program studi vokasi di PTS di lingkungan kerjanya
25 June 2020 14:58 WIB, 2020
Kabar gembira... Kepala LLDIKTI Wilayah X sebut kuota beasiswa KIP-Kuliah bertambah jadi 7.500 orang
10 June 2020 10:50 WIB, 2020
Terpopuler - Kampus
Lihat Juga
Sri Meiyenti resmi raih gelar Doktor, angkat perspektif budaya dalam pencegahan stunting di Sumbar
03 February 2026 20:23 WIB
Unbrah gelar Promosi Bersanding dengan kampus ternama nasional dalam Edufair Bengkulu 2026
08 January 2026 6:23 WIB
Dosen Fikes Unbrah gelar Gencat Seni guna cegah stunting sejak remaja di SMAN 13 Padang
14 November 2025 11:43 WIB