Painan, (AntaraSumbar) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kabupaten Pesisir Selatan menggelar razia penertiban anak sekolah yang bolos saat jam pelajaran berlangsung.


Kepala Satuan (Kasat) Pol PP Pesisir Selatan Hazrial Amri, di Painan, Rabu, mengatakan pada operasi tersebut Satpol PP menjaring sebanyak lima siswa dari beberapa sekolah karena berada di warung internet (Warnet) saat jam pelajaran berlangsung.


Operasi penertiban siswa tersebut berlangsung di sekitar ibu kabupaten yakni di Kecamatan IV Jurai saat jam pelajaran di masing-masing sekolah berlangsung. Razia tersebut akan terus dilakukan diseluruh wilayah kabupaten itu dalam waktu yang tidak ditentukan.


Selain di warnet, beberapa orang dari lima siswa tersebut terjaring dalam razia Satpol PP karena tengah duduk di beberapa kedai minuman di pinggir jalan raya lintas barat Sumatera sekitar Kota Painan.   

    

"Kita tidak akan tebang pilih dalam operasi ini. Siapa saja siswanya yang ditemukan di luar pekarangan sekolah saat jam pelajaran berlangsung akan kita amankan dan dibawa ke Markas Satpol PP di Painan, " katanya.


Menurutnya, bagi mereka yang terjaring langsung digiring ke Markas Satpol PP di Painan (pusat kabupaten) untuk diproses dan ditindak sesuai peraturan daerah (Perda) yang berlaku di kabupaten setempat.


Di Markas Satpol PP, semua siswa yang terjaring diminta keterangan dan membuat surat perjanjian untuk tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut pada hari-hari berikutnya.


Selanjutnya, siswa tersebut diserahkan ke pihak sekolah untuk diberikan bimbingan dan pembinaan lebih lanjut. Bahkan, pihaknya meminta para orangtua masing-masing siswa untuk menjemput anaknya ke Markas Satpol PP dengan tujuan supaya bisa memberikan nasehat.


Selain kedai minuman dan warung internet (Warnet), target Sat Pol PP dalam menggelar operasi tersebut adalah lokasi objek wisata karena tempat itu diduga sering dimanfaatkan para siswa untuk bermain saat jam pelajaran berlangsung di sekolah.


Seorang pemuka masyarakat Pesisir Selatan, Medismal (55) mengatakan sangat mendukung operasi Satpol PP tersebut karena sangat baik, tujuannya agar ke depan mereka (anak sekolah) jerah dan takut melakukan perbuatan serupa.


Ia berharap kegiatan itu terus berlanjut hingga ke kecamatan lainnya di kabupaten itu. Jika perlakuan kurang baik para siswa tersebut tidak cepat diantisipasi maka dikhawatirkan dapat merusak generasi muda dan mencerminkan wajah kurang bagus terhadap dunia pendidikan di kabupaten itu.  (*)