
Pemerintah pusat bantu perbaikan tiga rumah di Pariaman terdampak bencana hidrometeorologi

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah pusat salurkan dana stimulan untuk perbaikan tiga unit rumah di Kota Pariaman, Sumatera Barat yang rusak ringan dan sedang akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025.
"Bantuan ini diberikan kepada tiga warga Kota Pariaman, yaitu satu rusak ringan dan dua rusak berat," kata Asisten I Sekretariat Pemkot Pariaman Elfis Candra di Pariaman, Jumat.
Ia mengatakan total bantuan dari pemerintah pusat untuk memperbaiki rumah warga di Pariaman tersebut mencapai Rp75 juta yang terdiri Rp15 juta untuk rusak ringan dan Rp30 juta rusak sedang.
Ia menyampaikan meskipun dana bantuan tersebut bersifat stimulan namun besarannya menurutnya dapat mengurangi beban warga yang tertimpa musabah untuk memperbaiki rumahnya sehingga kembali menjadi layak huni.
"Kami mengapresiasi atas penyerahan bantuan stimulan rumah rusak yang diserahkan kepada masyarakat secara serentak di Sumatera, termasuk kami di Kota Pariaman," katanya.
Ia menyebutkan akibat bencana akhir tahun lalu 13 unit rumah di Pariaman rusak yang terdiri dari lima unit rumah penghuninya harus direlokasi, lima unit rusak berat, lalu rusak sedang dua unit, dan satu unit rusak ringan.
Elfis merincikan tiga warga yang rumahnya rusak dan mendapatkan bantuan stimulan tahap I dari pemerintah yaitu Amirusdi warga Desa Sungai Sirah dengan kondisi rumah rusak ringan. Lalu Asnita warga Desa Naras I dan Jasmani warga Desa Taluak yang mengalami rumah rusak sedang.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI menyalurkan dana stimulan pembangunan rumah rusak ringan hingga sedang senilai Rp369,9 miliar untuk 17.251 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana dari tiga provinsi yakni Aceh, Sumatera Barat, serta Sumatera Utara.
"Bantuan stimulan rumah rusak hari ini disalurkan kepada 17.251 KK di 25 kabupaten/kota terdampak di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatera Utara. Total nilai bantuan mencapai Rp369,915 miliar," kata Kepala BNPB Suharyanto, di Lhokseumawe, Aceh, Jumat.
Pernyataan itu disampaikan Letjen TNI Suharyanto dalam kegiatan penyaluran bantuan stimulan rumah rusak ringan dan sedang untuk masyarakat terdampak bencana Sumatera di Balai Kota Lhokseumawe, Aceh.
Dana bantuan disalurkan langsung ke rekening bank penerima. Pencairan dapat dilakukan hingga 80 persen dari total dana yang diterima. Sisanya 20 persen baru dapat dicairkan setelah ada bukti bahwa dana sebelumnya telah digunakan untuk perbaikan rumah.
Pewarta: Aadiaat MS
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
