Jakarta, (Antara) - Menko Kesra Agung Laksono didampingi Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan melepas keberangkatan peserta Sail Raja Ampat 2014 dalam upacara militer di Mako Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, Jumat. Sail Raja Ampat 2014 itu diikuti tiga satuan tugas (satgas), yakni Satgas Surya Bhaskara Jaya (SBJ) Ke-63, yang merupakan program TNI Angkatan Laut dan menggunakan KRI dr Soeharso-990, Kapal Pemuda Nusantara/Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (KPN/LNRPB) Ke-5, dan Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) ke-4, yang menggunakan KRI Surabaya-591. Kedua kapal perang milik TNI AL itu melewati rute pelayaran dari Jakarta-Kendari/Wakatobi-Raja Ampat-Sorong-Ambon-Makassar-Jakarta. Kegiatan operasi Surya Bhaskara Jaya (SBJ) itu menitikberatkan pada pelayanan kesehatan, perbaikan sarana dan prasarana lingkungan dan promosi kesehatan dengan target melayani kesehatan bagi pasien yang tinggal di pesisir dan pulau-pulau terpencil. "Keberadaan SBJ mampu membantu memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang tinggal di daerah pesisir dan pulau terpencil. Ini akan sangat membantu," kata Menko Kesra Agung Laksono. Pemeriksaan pasien dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang berada di kapal perang rumah sakit KRI dr Soeharso-990 yang memiliki bedah ICU, tujuh kamar operasi dan unit kesehatan pendukung lainnya. Ini untuk melayani pengobatan umum, seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), diare, penyakit kulit, hernia, malaria, pengobatan gigi dan mulut, operasi katarak, operasi bibir sumbing dan pelayanan KB yang melibatkan tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter spesialis, dokter umum dan tenaga medis lainnya. Menurut dia, kegiatan kemanusiaan ini dikolaborasikan dengan berbagai pihak seperti pemerintah daerah, Kemenko Kesra, Kementerian Kesehatan, Kemensos, swasta dan negara-negara sahabat. "Kegiatan kemanusiaan ini yang berupaya meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat pesisir merupakan salah satu bentu operasi militer selain perang (OMSP) TNI," kata Wakasal Laksdya TNI Didit Herdiawan. Sementara kegiatan Kapal Pemuda Nusantara/Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari (KPN/LNRPB) yang menjadi bagian dari Sail Raja Ampat 2014 dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kecintaan pemuda terhadap tanah air, meningkatkan nasionalisme pemuda Indonesia, mengembangkan industri bahari serta meningkatkan rasa persaudaraan dan kerja sama di antara pemuda. KPN ini diikuti oleh 230 orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, pramuka, karang taruna tingkat pusat/provinsi/ kabupaten/kota serta perwakilan dari kementerian dan lembaga lainnya. Sedangkan Satgas Pelantara yang berlayar dengan menggunakan KRI Surabaya-591 dan diprakarsai oleh TNI AL bersama Pramuka Saka Bahari Tingkat Nasional itu bertujuan selain membentuk karakter generasi muda Saka Bahari, juga memperkenalkan lingkar luar wilayah perbatasan Indonesia. Menko Kesra mengatakan, selama dalam pelayanan, para peserta Pelantara akan dibekali dan diperkenalkan tentang wawasan kebangsaan, kesadaran bela negara, kemaritiman, kehidupan prajurit TNI AL di KRI dan dinas selama berada di KRI serta kepemimpinan. Menurut dia, Sail Raja Ampat 2014 yang puncaknya akan berlangsung 23 Agustus 2014 ini merupakan even internasional yang memiliki tujuan untuk meningkatkan perekonomian daerah, terutama melalui sektor pariwisata bahari. "Kegiatan itu juga momentum untuk memajukan wisata bahari di tanah air untuk menjadikan Raja Ampat sebagai destinasi utama wisata dunia," kata Agung seraya berharap pelaksanaan Sail Raja Ampat berjalan dengan lancar seperti pelaksanaan sail sebelumnya. (*/sun)