Lahirkan qori dan qoriah terbaik, Pesisir Selatan perketat seleksi kafilah MTQ

id MTQ Pesisir Selatan,Kabag Kesra

Lahirkan qori dan qoriah terbaik, Pesisir Selatan perketat seleksi kafilah MTQ

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Kabupaten Pesisir Selatan, Andi Syafrinal. (Antara Sumbar / Didi Someldi Putra)

Painan, (Antaranews Sumbar) - Pejabat Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mendorong penyeleksian kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di tingkat kecamatan yang akan bertarung pada MTQ tingkat kabupaten November 2018 dilaksanakan dengan ketat.

"Kami menginginkan seperti itu, sehingga kafilah yang meraih emas pada MTQ tingkat kabupaten benar-benar bisa menjadi wakil di tingkat provinsi," kata Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Sekretariat Kabupaten setempat, Andi Syafrinal di Painan, Selasa.

Karena tambahnya, berkaca pada pelaksanaan MTQ tahun-tahun sebelumnya, kafilah yang meraih emas tingkat kabupaten hanya sebagian yang mampu berbuat banyak di tingkat provinsi.

Namun, sebaliknya, kafilah-kafilah yang tidak meraih emas, bahkan tidak ikut MTQ dan pengikutsertaannya berdasarkan hasil seleksi mandiri mampu meraih emas di tingkat provinsi.

Hal tersebut ia tekankan agar kafilah yang mendapat emas dan perak di MTQ tingkat kabupaten adalah mereka yang memiliki kemampuan mumpuni.

Selanjutnya, mampu meraih hasil maksimal pada MTQ tingkat provinsi yang rencananya dilaksanakan pada 2019.

"Dengan penyeleksian yang ketat kami yakin peringkat Pesisir Selatan pada MTQ 2019 akan meningkat jika dibandingkan pada 2017 yang meraih posisi 6 besar," ujarnya.

Ia menyebutkan menghadapi MTQ tingkat provinsi 2017 pemerintah kabupaten setempat cukup serius mulai dari pelaksanaan pemusatan latihan hingga bonus bagi kafilah.

"Jam pemusatan latihan bagi para kafilah ditambah, begitu juga dengan honornya, selain itu bonus bagi kafilah yang meraih emas juga menjadi perhatian pemerintah kabupaten," kata Andi.

Bahkan bonus yang berikan naik tiga kali lipat lebih, dari sebelumnya yang mendapat emas Rp7,5 juta namun pada 2017 diberikan bonus Rp25 juta. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar