Parik Malintang (ANTARA) - PT. Pos Indonesia meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah (Pemda) yang terdampak bencana alam guna mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) Kesra agar bantuan tersebut dapat segera diterima penerima manfaat.
"Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendapatkan informasi para penerima ini berada di mana," kata Pelaksana Tugas Direktur Utama PT Pos Indonesia, Haris saat meninjau penyaluran BLTS Kesra di daerah terdampak bencana di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Kamis.
Ia mengatakan akibat bencana alam banyak akses jalan yang putus bahkan sembilan kantor cabang pembantu PT. Pos Indonesia di Aceh belum beroperasi secara normal karena selain akses jalan juga listrik yang belum beroperasi. Selain itu masih banyak warga yang tidak berada di rumah atau dievakuasi ke penampungan.
Namun, lanjutnya penyaluran BLTS Kesra pada situasi bencana saat ini di lokasi penampungan justru akan berdampak pada kecemburuan sosial dari korban lainnya yang datanya tidak masuk ke dalam daftar penerima yang ditetapkan pemerintah pusat.
"Oleh karena itu, kami belajar dari penyaluran bantuan di Sibolga, kami menyalurkan bantuan di Kodim (Komando Distrik Militer TNI)," katanya.
Ia menyampaikan pihaknya bersama Himpunan Bank Milik Negara hanya diberi amanah oleh pemerintah pusat agar bantuan yang diluncurkan pada pertengahan Oktober 2025 oleh pemerintah pusat untuk 35 juta penerima tersebut dapat segera sampai kepada penerima yang telah ditentukan.
Haris menyebutkan PT. Pos Indonesia memiliki tiga pola pencairan bantuan tersebut yaitu dibayar di kantor Pos, di komunitas, serta diantar khusus untuk yang lansia.
"Untuk di Padang Pariaman hari ini disalurkan melalui komunitas," ujarnya.
Sebelumnya, PT Pos Indonesia (Persero) terus berupaya menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) 2025, termasuk di wilayah terdampak bencana di Sumatera, dengan skenario layanan khusus di daerah yang belum beroperasi penuh.
Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT Pos Indonesia Haris mengatakan, sejumlah kantor pos terdampak bencana sempat tidak beroperasi penuh, terutama di Langsa dan Sibolga, namun kini secara bertahap kembali berjalan dan mulai melakukan upaya penyaluran.
“Memang beberapa kantor kami juga terdampak. Terakhir posisi hari Senin (1/12) itu Langsa dan Sibolga belum bisa aktif penuh, tetapi sekarang sudah mulai beroperasi dan kami sudah mulai membayarkan,” kata Haris usai mengawasi penyaluran BLT di Kantor Pos Premier Rawamangun, Jakarta.
