Senin, 26 Juni 2017 - 2 Syawwal 1438 H

BPJS Kesehatan Dukung Program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat

Padang, (Antara Sumbar ) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menyatakan dukungan atas program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang diluncurkan pemerintah pada 10 kabupaten dan kota di Tanah Air.

“Sesuai dengan salah satu program Nawa Cita, pencanangan gerakan ini akan meningkatkan kualitas hidup manusia, khususnya derajat kesehatan masyarakat Indonesia," kata Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Maya A. Rusady melalui siaran pers yang diterima di Padang, Selasa.

Ia menyebutkan pada 2015, sebanyak Rp16,9 triliun beban jaminan kesehatan terserap untuk membiayai penyakit katastropik seperti penyakit jantung, gagal ginjal, stroke, dan sebagainya.

Berbagai penyakit katastropik tersebut bisa dicegah melalui penerapan pola hidup sehat. Untuk itu, kami siap mendukung dan menyukseskan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat," kata dia.

Ia menilai kesehatan merupakan salah satu pilar yang menentukan kemajuan suatu bangsa, sebab kesehatan mempengaruhi produktivitas masyarakat. Oleh karena itu, pola hidup sehat perlu ditanamkan sejak dini dalam diri masyarakat Indonesia.

Sayangnya, tak semua lapisan masyarakat paham dan sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, katanya.

Untuk itu, pemerintah meluncurkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat secara serentak di 10 kabupaten/kota yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia dengan harapan pola hidup sehat dapat membudaya di tengah tren masyarakat Indonesia saat ini.

Adapun 10 kabupaten dan kota tersebut meliputi Kabupaten Bantul Yogyakarta, Kabupaten Bogor Jawa Barat, Kabupaten Pandeglang Banten, Kota Batam Kepulauan Riau, Kota Jambi, Kota Surabaya Jawa Timur, Kota Pare-Pare Sulawesi Selatan, Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, Kabupaten Padangpariaman Sumatera Barat, dan Kota Madiun Jawa Timur.

Ia mengatakan sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS)yang hampir tiga tahun beroperasi, BPJS Kesehatan pun siap mengawal dan menyukseskan gerakan tersebut. Terlebih, konsep Gerakan Masyarakat Hidup Sehat sejalan dengan implementasi program promotif preventif yang senantiasa digalakkan BPJS Kesehatan untuk menekan jumlah penderita penyakit katastropik di Indonesia.
Menurut Maya, penyakit katastropik cenderung muncul akibat faktor kebiasaan perilaku hidup tidak sehat, seperti merokok, makanan tidak sehat, kurang olahraga, dan sebagainya.

Jika dibiarkan, hal ini dapat membawa dampak kurang baik bagi kualitas kesehatan penduduk Indonesia maupun keberlangsungan program JKN-KIS. Oleh karenanya, melalui program promotif preventif, BPJS Kesehatan berupaya menjaga masyarakat yang sehat tetap sehat, ujarnya

Sementara bagi masyarakat yang berisiko menderita penyakit katastropik seperti diabetes melitus dan hipertensi, dapat mengelola risiko tersebut melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) yang juga merupakan bagian dari upaya promotif preventif BPJS Kesehatan.

Maya juga menekankan bahwa sistem pelayanan kesehatan di era BPJS Kesehatan mengutamakan optimalisasi fungsi gate keeper di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), sehingga FKTP bukan hanya berfungsi sebagai pembuat rujukan semata, melainkan juga sebagai pusat informasi, sarana edukasi, serta promotor pola hidup sehat bagi masyarakat sekitarnya.





Editor : M R Denya

COPYRIGHT © ANTARASUMBAR 2017

Perspektif
Oleh : Miko Elfisha
          Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy baru saja menetapkan sistem pendidikan baru ...
Baca Juga