Kadin Sumbar : PE Anjlok Seiring Lemahnya Konsumsi

id Kadin Sumbar

Padang, (Antara) - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Barat, berpendapat anjloknya pertumbuhan ekonomi (PE) pada Triwulan III-2015 sejalan dengan melemahnya konsumsi rumah tangga masyarakat setempat.

Ketua Kadin Sumbar, Asnawi Bahar di Padang, Jumat, mengatakan selama ini kinerja ekonomi Sumbar sangat tergantung kepada konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB).

Sebab dari sisi pengeluaran, kontribusi ke tiga sektor pengeluaran itu terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai di atas 80 persen setiap tahunnya.

“Sekarang daya beli masyarakat lagi menurun ditambah lambannya realisasi belanja pemerintah daerah,” kata dia.

Menurutnya, pemerintah daerah ke depan harus merubah pola pengeluaran dengan mempercepat realisasi belanja modal sejak awal tahun.

Dengan demikian menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi. Kemudian menjaga laju inflasi, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Yomin Tofri menyampaikan pertumbuhan ekonomi Sumbar pada tiga bulan ke tiga tahun ini hanya 4,71 persen.

Angka itu lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan periode tiga bulan ke tiga pada tahun sebelumnya hingga 5,50 persen.

Dari sisi pengeluaran, paparnya peran konsumsi rumah tangga sejak triwulan I-2014 hingga kini grafiknya cenderung menurun, dari 57 persen menjadi 52 persen.

“Kondisi serupa juga terjadi pada PMTB, dari 29,67 persen menjadi 29,02 persen. Sedangkan belanja modal pemerintah naik dari 9,77 persen menjadi 12,33 persen,” paparnya.

Terpisah Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar, Puji Atmoko menyebutkan pertumbuhan itu jauh di bawah estimasi pihaknya.

Sebelumnya BI memperkirakan kinerja ekonomi akan membaik di periode ini dengan kisaran pertumbuhan 5,3-5,7 persen.

“Karena bertepatan Idul Fitri dan liburan sekolah di triwulan III, meningkatnya belanja pemerintah di akhir tahun dan realisasi rencana investasi swasta,” tutupnya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar