Rio De Janeiro, (Antara/ AFP) - Angin dan hujan menerjang atap stadion piala dunia Mineirao di Belo Horizonte, Brazil, sesaat sebelum pertandingan liga regional dimulai. Tiga bulan sebelum pergelaran piala dunia dimulai, para pekerja harus menyapu puing-puing yang jatuh di stadion berkapasitas 63 ribu orang tersebut, setelah potongan-potongan logam yang dirancang untuk mengalirkan air hujan rusak selama badai dan jatuh ke tanah, kata media Brazil Folha de Sao Paulo. Tiga buah logam longgar dan jatuh, tepat sebelum pertandingan antara tuan rumah Gremio dan Boca Minas dilaksanakan, Sabtu, namun tidak seorangpun terluka. Brazil tengah berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan 12 arena piala dunia, yang setengahnya melewati batas penyelesaian FIFA pada 31 Desember. FIFA bulan lalu menjatuhkan ancaman untuk arena Curitiba, yang jauh melewati batas penyelesaian, dan pembangunannya ditingkatkan beberapa pekan terakhir. Ada kecelakaan fatal di tiga tempat, di Manaus, Brasilia dan Sao Paulo, tempat untuk pertandingan pembukaan 12 Juni antara Brazil dan Kroasia. Akhir tahun lalu, atap stadion nasional baru di Brazilia menderita kerusakan karena hujan, delapan bulan setelah selesai dibangun. (*/jno)
Berita Terkait
Timnas futsal Indonesia berada di jalur yang benar, kata Hector Souto
Jumat, 30 Januari 2026 5:06 Wib
Indonesia ke perempat final setelah kalahkan Kirgistan 5-3
Jumat, 30 Januari 2026 5:04 Wib
ANTARA sampaikan siap jadi amplifikator Piala Dunia saat rapat di DPR
Rabu, 28 Januari 2026 13:02 Wib
Taklukan Korea Selatan 5-0, Timnas Futsal Indonesia pimpin Klasemen Grup A Piala Asia 2026
Rabu, 28 Januari 2026 10:31 Wib
Kalahkan Swindown Town 3-2, Salford City ke putaran keempat Piala FA
Rabu, 21 Januari 2026 6:45 Wib
Senegal juara Piala Afrika 2025 setelah kalahkan Maroko 1-0
Senin, 19 Januari 2026 6:24 Wib
TVRI bebaskan UMKM gelar nobar Piala Dunia 2026
Sabtu, 17 Januari 2026 7:16 Wib
PSG sudah lupakan kekalahan menyakitkan dari Paris FC
Jumat, 16 Januari 2026 18:51 Wib
