Jakarta, (Antara) - Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra) Agung Laksono mengatakan pusaka-pusaka bangsa seperti candi dan lain sebagainya harus dilestarikan. "Pelestarian pusaka diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada tujuan kebudayaan, terlebih lagi tujan pembangunan Indonesia," kata Agung usai peluncuran Agenda Aksi Dekade III Gerakan Pusaka Indonesia Dasa Warsa 2014-2023 yang diselenggarakan oleh Badan Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) di Jakarta, Senin. Ia menjelaskan, keragaman pusaka berperan untuk mengisi pembangunan dengan menjadi sumber identitas dalam perubahan yang berjalan dengan cepat. Peluncuran agenda ini ditandai dengan penandatangan komitmen bersama lintas institusi, dan peluncuran Piagam Kota Pusaka Indonesia untuk melengkapi Piagam Pelestarian Pusaka Indonesia 2003. Selain itu, diadakan pentas kesenian berupa atraksi kesenian antara lain violin anak-anak nusantara dan beberapa tarian tradisional dari Sanggar Puspo Budoyo dan Sanggar Arsari Sukabaca. Agung mengatakan, pelestarian akan berhasil jika berkembang menjadi gerakan masyarakat. Dengan memanfaatkan nilai-nilai luhur pusaka, maka pengembangan alam dan seni budaya didorong dan direvitalisasi untuk membangun kehidupan yang lebih positif. Peluncuran agenda bertema "Pusaka untuk Kesejahteraan Rakyat" ini sebagai ajang kampanye dan peningkatan kesadaran pentingnya pelesarian pusaka. Menurut dia, Indonesia memiliki kekayaan dan keanekaragaman pusaka alam, pusaka budaya ragawi dan tak ragawi yang sangat perlu dilestarikan. Sementara itu, BPPI sendiri organisasi nirlaba berbentuk perkumpulan yang didirikan Jaringan Pelestarian Pusaka Indonesia, terdiri dari berbagai organisasi pelestarian daerah, akademisi, praktisi dan pemerhati pelestarian pada 17 Agustus 2004 di Jakarta. (*/jno)
Menkokesra: Pusaka Bangsa harus Dilestarikan
Menkokesra Agung Laksono. (Antara)
