Ia merinci, berdasarkan laporan dari kepala desa dan warga, buaya senyulong dalam sepekan terakhir telah terlihat di tiga lokasi. Seperti di desa Bangun Karya, Pematang Mayang dan Marga Mulya.
Kemungkinan buaya ini berpindah (migrasi) akibat luapan air banjir yang terjadi di Kabupaten Tanjabtim.
Untuk itu, pemerintah telah memberikan imbauan kepada warga, khususnya anak-anak tetap waspada dan diingatkan tidak mendekati kanal.
"Sejauh ini kita baru bisa mengimbau masyarakat, mengingat tindak penghalauan wewenang Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)," jelas dia.
Kepala Dinas Perikanan Tanjabtim, Hendri mengungkapkan bahwa penanganan satwa air seperti buaya telah menjadi wewenang pihaknya. Namun sejauh ini, Dinas Perikanan belum mampu melakukan kerja lapangan mengingat keterbatasan personel dan peralatan.
Sejauh ini, setiap laporan masyarakat selalu diteruskan ke Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL).
"Kita baru bisa melakukan imbauan saja, apalagi personel masih sangat terbatas. Pihak BPSPL yang ada di Jambi baru memiliki dua personel, sampai sekarang mereka (BPSPL) masih meminta bantuan BKSDA Jambi terkait permasalahan itu," kata Hendri.
