Pemkot Pariaman operasikan PDU sampah bantuan KLHK

id Pemkot Pariaman,PDU sampah,Pariaman, Sumatera Barat

Pemkot Pariaman operasikan PDU sampah bantuan KLHK

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) Dinas Perkim dan LH Kota Pariaman, Nofrizal Nur (dua kanan) meninjau operasional DPU Tungka Utara. Antara/HO-Dinas Perkim LH Kota Pariaman 

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat mengoperasikan Pusat Daur Ulang (PDU) sampah di Desa Tungka Utara, Kecamatan Pariaman Utara bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2022 guna mewujudkan blue green city.

"PDU ini sudah tidak beroperasi selama tiga tahun terakhir. Namun semenjak akhir September PDU Tungkal Utara sudah aktif," kata Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH) Dinas Perumahan Permukiman dan Lingkungan Hidup Kota Pariaman, Nofrizal Nur di Pariaman, Kamis.

Ia mengatakan PDU tersebut telah memproduksi pupuk organik yang saat ini masih dalam tahapan pemeriksaan labor guna melihat kandungan yang terkandung di dalamnya sehingga dapat dikomersilkan.

Ia menyampaikan PDU yang saat ini mengolah sekitar 60 persen sampah organik dari total produksi sampah di Pariaman yang diperkirakan mencapai 41 ton perhari tersebut diaktifkan karena Pemkot Pariaman saat ini menerapkan program blue green city.

"41 ton perkiraan, yang sampai ke PDU jauh berkurang, karena sudah ada pemulung dan petugas sampah yang mulai memilah sampah yang bernilai ekonomi," katanya.

Namun dalam tahapan menjalankan program blue green city tersebut, lanjutnya Pariaman mendapatkan sanksi dari pemerintah pusat karena sebelumnya daerah itu masih menerapkan sistem tempat pembuangan akhir (TPA) terbuka atau 'open dumping'.

Ia menyampaikan meskipun daerah itu memiliki PDU namun kemampuannya belum bisa mengakomodir tingginya produksi sampah Pariaman sehingga diperlukan kesadaran warga untuk memilih dan memilah sampah dari rumah.

Oleh karena itu, lanjutnya Pemkot Pariaman mendorong penambahan bank sampah karena tidak saja dapat bernilai ekonomi bagi warga setempat namun juga membantu mengurangi beban DPU.

Nofrizal mengatakan Pemkot Pariaman mendorong sejumlah Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) untuk aktif kembali.

"TPS 3R ini sebelumnya aktif namun karena permasalahan biaya operasional maka sekarang nonaktif," ujarnya.

Ia menambahkan Pemkot Pariaman juga sedang menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Kota Padang dan Semen Padang untuk mengatasi permasalahan sampah di daerah itu.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.