Padang (ANTARA) - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menggelar salah satu inisiatif unggulan Bakti BCA yakni BCA Berbagi Ilmu (BBI) yang diselenggarakan di Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat, Rabu.
Pada kegiatan ini, BCA melaksanakan kuliah umum dengan tema “Dancing Beautifully with Uncertainties” yang diikuti oleh 580 mahasiswa Unand.
Direktur BCA Lianawaty Suwono mengatakan ketidakpastian menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun, ketidakpastian bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Sebab, jika dihadapi dengan ketajaman melihat peluang dan keluwesan dalam menyusun langkah, justru bisa menjadi jalan menuju pertumbuhan.
"Seperti halnya menari dibutuhkan ketenangan, keberanian, dan kepekaan terhadap irama agar kita bisa tetap bergerak anggun meski panggung terus berubah," ujarnya.
Dalam sesi paparannya, Lianawaty Suwono menegaskan bahwa dinamika global seperti gejolak ekonomi, konflik geopolitik, hingga percepatan transformasi digital membuat dunia kerja dan bisnis semakin menuntut individu yang adaptif.
Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk mengembangkan ketangguhan mental dan keterampilan strategis sejak dini. Bagi BCA, kemampuan untuk terus beradaptasi, dengan tetap mengedepankan manajemen risiko dan prinsip kehati-hatian, telah menjadi faktor penting yang
memungkinkan perusahaan bertahan dan tumbuh menghadapi berbagai siklus perubahan sejak berdiri pada 1957.
BCA memahami pendidikan memiliki peranan penting dalam mendorong mahasiswa agar dapat mengembangkan diri tidak hanya di ranah akademik. Melalui BBI, BCA mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan membekali generasi muda dengan softskill yang relevan.
Inisiatif ini merupakan bentuk kontribusi perseroan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui kolaborasi dengan sejumlah instansi pendidikan.
BBI di Unand merupakan gelaran ke-5 dari rangkaian BCA Berbagi Ilmu tahun 2025. Sebelumnya, BBI telah dilaksanakan di Universitas Brawijaya, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan IPB University. Selain kegiatan kuliah umum, program ini juga menghadirkan Student Banking Tour, yang mengajak ratusan siswa SMA/sederajat serta mahasiswa/i dari Perguruan Tinggi mengunjungi kantor cabang BCA di berbagai kota di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, para siswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai dunia perbankan dan industri keuangan. Selain perhelatan BBI, Bakti BCA menghadirkan program “Genera-Z Berbakti” pada tahun ini. Program Genera-Z Berbakti mengajak mahasiswa untuk berkontribusi langsung mengembangkan desa wisata di Indonesia. Mengusung konsep call for proposal, program ini menghimpun lebih dari 250 proposal dari 98 perguruan tinggi negeri maupun swasta, baik didalam maupun luar negeri.
Setelah melewati babak penjurian yang sengit, Bakti BCA menetapkan empat tim pemenang program Genera-Z Berbakti untuk mengimplementasikan gagasan inovatif mereka di Desa Bakti BCA. Keempat pemenang tersebut adalah tim dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Universitas Lampung
(UNILA), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn menegaskan bahwa BCA Berbagi Ilmu merupakan wujud nyata komitmen BCA dalam mendukung pembangunan generasi muda Indonesia.
“Kami percaya bahwa anak muda hari ini adalah pemimpin masa depan. Karena itu, penting bagi kami untuk turut membekali mereka dengan wawasan, nilai, dan semangat kepemimpinan sejak dini. Melalui inisiatif Bakti BCA,kami berharap dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, bukan hanya bagi individu, tetapi juga bagi komunitas dan ekosistem yang lebih luas.
