UNAND-Mentawai kerja sama kembangkan pertanian terpadu berbasis riset

id unand,universitas andalas,mentawai,pertanian terpadu,pertanian mentawai

UNAND-Mentawai kerja sama kembangkan pertanian terpadu berbasis riset

Gedung Rektorat Universitas Andalas, Sumatera Barat. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kota Padang (ANTARA) - Universitas Andalas (UNAND) Sumatera Barat (Sumbar) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk pengembangan pertanian terpadu berbasis riset dan agro wisata.

"UNAND memiliki bidang unggulan yang relevan untuk mendukung kebutuhan pembangunan di Kabupaten Kepulauan Mentawai salah satunya pertanian terpadu berbasis riset dan agro wisata," kata Wakil Rektor IV UNAND Bidang Perencanaan, Riset, Inovasi dan Kerja Sama Prof Henmaidi di Padang, Sabtu.

Prof Henmaidi mengatakan perguruan tinggi tersebut memiliki berbagai keunggulan yang meliputi riset pertanian, pangan, kesehatan dan obat-obatan, energi, serta kebencanaan yang bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Selain itu, perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa tersebut juga siap mendukung penyusunan Studi Investigasi dan Desain (SID) sawah, termasuk pelaksanaan survei cetak sawah yang telah dilakukan di sejumlah daerah seperti Provinsi Sumatera Selatan.

Bahkan, UNAND juga siap mengembangkan konsep food estate yang terintegrasi dengan agro wisata sehingga kawasan pertanian tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi pangan, tetapi juga bernilai tambah dari sisi ekonomi dan pariwisata.

"Melalui kerja sama ini, kami berharap peran UNAND dalam menghadirkan kebermanfaatan nyata melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat dimaksimalkan," ujar Prof. Henmaidi.

Selain penguatan sektor pertanian, kerja sama kedua belah pihak juga membuka peluang peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya pada jenjang pendidikan pascasarjana. Sejumlah fakultas di UNAND telah merancang skema rekognisi pembelajaran lampau (RPL) yang memungkinkan pengalaman kerja dan praktik lapangan diakui sebagai satuan kredit semester (SKS).

Sementara itu, Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana mengatakan karakter geografis Mentawai yang terdiri dari empat pulau besar menghadirkan tantangan tersendiri dalam pembangunan pertanian.

"Pemerintah daerah telah menyusun rencana induk pertanian untuk memetakan komoditas unggulan di masing-masing pulau, sekaligus mengoptimalkan lahan-lahan tidur yang belum termanfaatkan," kata dia.

Mentawai juga menargetkan pembukaan sawah hingga 1.000 Hektare sebagai bagian dari upaya menuju swasembada pangan. Ke depannya, kawasan persawahan tersebut dirancang sebagai kawasan agro wisata yang terintegrasi dengan aktivitas pariwisata seperti jalur lari santai dan ruang edukasi pertanian.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.