Logo Header Antaranews Sumbar

UNAND-RSIA Jakarta kerja sama perkuat pendidikan dokter spesialis

Jumat, 26 Desember 2025 17:45 WIB
Image Print
Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat bersama Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Bunda Jakarta menjalin kerja sama di Padang. ANTARA/HO-Humas Universitas Andalas

Kota Padang (ANTARA) - Universitas Andalas (UNAND) Padang dan Rumah Sakit Ibu Anak (RSIA) Bunda Jakarta menjalin kerja sama sekaligus memperkuat pendidikan kedokteran spesialis khususnya dalam pengembangan kompetensi klinik mahasiswa Program Studi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi.

"Melalui kerja sama ini UNAND dan RSIA Bunda Jakarta bersepakat untuk bersinergi dalam penyelenggaraan pendidikan, pelatihan serta pengembangan kompetensi klinik bagi peserta didik Program Studi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi," kata Wakil Rektor IV UNAND Prof Henmaidi di Padang, Jumat.

Prof Henmaidi mengatakan kolaborasi ini diharapkan mampu memperluas jejaring pendidikan klinik sekaligus meningkatkan kualitas lulusan dokter spesialis yang profesional, kompeten, dan berorientasi pada pelayanan kesehatan yang bermutu.

Kerja sama ini juga sejalan dengan upaya UNAND dalam mendukung penguatan sistem pendidikan kedokteran nasional, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan khususnya di bidang kesehatan ibu dan anak lewat kolaborasi dengan institusi pelayanan kesehatan yang kredibel dan berpengalaman.

Menurut Prof Henmaidi, kebutuhan dokter spesialis di Indonesia saat ini masih sangat tinggi. Kerja sama antara UNAND dan RSIA Bunda Jakarta diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi kekurangan sumber daya dokter terutama di daerah yang sangat kekurangan tenaga kesehatan.

"Terdapat kebutuhan yang sangat tinggi terhadap kehadiran dokter-dokter spesialis yang mampu melayani masyarakat. Oleh karena itu, kerja sama yang kita lakukan ini merupakan wujud sinergi yang akan membuat upaya bersama menjadi lebih ringan dan efektif," ujarnya.

Sementara itu, perwakilan RSIA Bunda Jakarta dr Etik Wuryanti mengatakan hingga saat ini Indonesia masih kekurangan tenaga dokter spesialis, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan.

Berdasarkan data, ujarnya, sekitar 159 kabupaten dan kota di Indonesia masih mengalami keterbatasan tenaga dokter spesialis. Oleh karena itu, kerja sama ini dinilai penting sebagai upaya menciptakan dan mencetak lulusan dokter spesialis yang berkualitas serta siap menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026