Pemkab Agam genjot transformasi ekonomi berkelanjutan

id Pemkab Agam,Agam, Sumatera Barat,RPJMD Kabupaten Agam

Pemkab Agam genjot transformasi ekonomi berkelanjutan

Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Agam Welfizar membuka workshop pembahasan rancangan rencana dasar kemitraan multipihak, Rabu (20/8/2025). ANTARA/HO-Humas Pemkab Agam. (Percepat pembangunan sektor ekonomi)

Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menggenjot transformasi ekonomi berkelanjutan dan peningkatan sektor ekonomi kreatif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

"Pentingnya peningkatan resiliensi lingkungan dan masyarakat melalui kebijakan penerapan ekonomi hijau dan ekonomi biru, dalam upaya mendorong transformasi ekonomi berkelanjutan serta peningkatan sektor ekonomi kreatif," kata Pelaksana Tugas Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Agam, Welfizar di Lubuk Basung, Rabu.

Ia mengatakan kebijakan ini sudah diimplementasikan melalui berbagai program unggulan, seperti Nagari Creative Hub dan Bangkik dari Surau yang mengintegrasikan nilai agama dan ekonomi.

Tidak hanya itu, program Sawah Pokok Murah (SPM) juga merupakan wujud nyata implementasi kebijakan tersebut, bersama sejumlah program unggulan lain.

“Seluruh kebijakan dan program itu sudah tertuang dalam dokumen RPJMD Kabupaten Agam 2025- 2029,” katanya.

Ia menambahkan pentingnya membangun kerjasama dan kolaborasi multipihak, guna mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat Agam ke depan.

Dampak globalisasi dan perubahan iklim menjadi salah satu tantangan besar dalam percepatan pertumbuhan ekonomi..

"Ini salah satu tantangan besar dalam percepatan pertumbuhan ekonomi," katanya.

Ia mengakui Kabupaten Agam selama ini menjadi penyumbang utama ekonomi masyarakat di sektor pertanian, ikut terdampak dengan tren penurunan rasio Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Penurunan PDRB tercatat dari 30 persen pada 2019, menjadi 28,26 persen di 2024. Salah satu penyebabnya adalah bencana galodo yang melanda wilayah Agam tahun lalu.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Agam mengalami trend fluktuatif.

“Tercatat 4,61 persen pada 2020, meningkat menjadi 4,73 persen pada 2024. Persentase terbesar berasal dari tenaga kerja terdidik,” katanya.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.