Lubuk Basung (ANTARA) - Kepolisian Resor Agam, Sumatera Barat mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan tidak mudah percaya terhadap berbagai modus pelaku penipuan online atau dalam jaringan yang marak terjadi dengan memanfaatkan platform media sosial khususnya marketplace dan shopee.
"Apabila ada yang menawarkan suatu barang jangan ditanggapi dan kalau bisa komunikasi langsung dengan cara bertatap muka dengan pemilik," kata Kapolres Agam AKBP Muari melalui Kasat Reskrim Polres Agam AKP Eriyanto di Lubuk Basung, Kamis
Ia mengatakan bagi masyarakat wilayah hukum Polres Agam apabila menjual sesuatu barang boleh saja menggunakan media sosial.
Namun tidak boleh menggunakan perantara orang lain, karena bisa saja perantara ada memiliki niat lain.
"Untuk bertransaksi uang jangan ditransfer, kalau bisa pembeli dan penjual bertemu langsung," katanya.
Ia menambahkan imbauan tersebut disampaikan mengingat kasus penipuan online yang sekarang ini marak terjadi dengan memanfaatkan platform media sosial khususnya marketplace dan shopee
Semenjak awal Januari sampai 15 Juli 2025 tercatat sebanyak 15 laporan masyarakat yang menjadi korban penipuan online masuk di Polres Agam.
Jika dirinci rata-rata modusnya adalah jual beli kendaraan bermotor dan barang-barang elektronik lainnya berupa telpon genggam dengan harga yang sangat murah.
"Juga ada laporan dari warga dengan membobol rekening bank dengan mengambil dana sekitar Rp400 juta dan pelaku memanfaatkan data pribadi dari korban," katanya.
Ia mengakui dalam melakukan aksinya pelaku sering berkedok sebagai pihak ketiga yang membantu menjualkan barang-barang yang diupload melalui platform media sosial.
Kemudian menyuruh pembeli untuk membayar via transfer melalui rekening yang diberikan pelaku.
"Setelah uang ditransfer pelaku langsung memblokir nomor telpon genggam korban untuk memutuskan komunikasi. Ke 15 kasus ini sedang dalam proses penyelidikan," katanya
Untuk mengungkap kasus itu, Polres Agam bakal melibatkan semua pihak mulai dari pihak bank, tim IT Polda Sumbar dan lainnya, karena pelaku berasal dari luar Sumbar dan menggunakan rekening dari bank.
"Dengan koordinasi tersebut, kita berharap kasus penipuan tersebut bisa terungkap nantinya," katanya.
