Pemko Sawahlunto salurkan 37 ton cadangan beras untuk 1.857 keluarga penerima manfaat

id Pemko Sawahlunto,cadangan beras sawhlunto,Sawahlunto, Sumatera Barat,keluarga penerima manfaat sawahlunto

Pemko Sawahlunto salurkan 37 ton cadangan beras untuk 1.857 keluarga penerima manfaat

Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra memantau stock beras CBP untuk bantuan pangan masyarakat di Kelurahan Durian II, Rabu. (Antarasumbar/Yudha Ahada)

Sawahlunto (ANTARA) - Pemkot Sawahlunto, Sumatera Barat mulai menyalurkan bantuan pangan berupa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) kepada 1.857 keluarga penerima manfaat (KPM).

Secara simbolis, peluncuran penyaluran CBP ini dilaksanakan pada Rabu (16/7) di Kantor Kelurahan Durian II, Kecamatan Barangin, dengan didampingi langsung oleh Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra.

Berdasarkan data dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Kementerian Sosial RI, Kota Sawahlunto memperoleh alokasi sebanyak 37.140 kilogram beras yang disalurkan dalam dua tahap—masing-masing KPM menerima 10 kilogram per bulan untuk bulan Juni dan Juli 2025.

Dalam sambutannya, Wali Kota Riyanda menegaskan bahwa Pemko akan memastikan proses distribusi bantuan ini berlangsung tepat sasaran dan akuntabel.

"Kami pastikan distribusi bantuan pangan ini berjalan dengan baik, menyasar keluarga yang memang membutuhkan. Ini bukan hanya tentang beras, tapi tentang menjaga martabat dan ketahanan pangan warga,” ujar dia.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa bantuan langsung seperti CBP merupakan strategi intervensi jangka pendek pemerintah dalam menghadapi dampak tekanan ekonomi terhadap masyarakat, sembari terus menjalankan program-program pemberdayaan sosial dan ekonomi untuk solusi jangka panjang.

Peluncuran penyaluran CBP ini turut dihadiri jajaran dari Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosPMDPPA), pihak Perum Bulog, para lurah, serta perwakilan keluarga penerima manfaat.

Wali Kota berharap sinergi yang baik antarinstansi ini akan mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan di Sawahlunto, khususnya dalam menghadapi ketidakpastian kondisi ekonomi global dan nasional.

"Bantuan seperti ini bukan hanya distribusi logistik, tapi bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi warganya di saat sulit,” katanya.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.