Saw (ANTARA) - Pemerintah Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat, memperkuat layanan RSUD Kota Sawahlunto melalui renovasi gedung dan penambahan fasilitas pendukung sebagai upaya menjaga mutu pelayanan kesehatan dasar masyarakat di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra di Sawahlunto, Rabu, menyebut yang sudah siap difungsikan yakni ruang rawat inap VIP, unit NICU dan PICU, serta sejumlah fasilitas pendukung RSUD Kota Sawahlunto sebagai bagian dari strategi adaptif pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan.
"Renovasi ruang rawat inap VIP dan fasilitas pendukung RSUD tersebut didanai melalui kontribusi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Miyor Group, CV Bara Mitra Kencana, PT Dasrat, PT PLN Indonesia Power UBP Ombilin, dan Bintang Spartan Corp," ujarnya merinci.
Sementara itu, pembangunan unit NICU dan PICU RSUD Sawahlunto bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Bidang Kesehatan Kementerian Kesehatan Tahun Anggaran 2025 untuk memperkuat layanan rujukan kesehatan ibu, bayi, dan balita di tingkat daerah.
“Kolaborasi pembiayaan ini merupakan langkah strategis agar peningkatan layanan kesehatan tetap berjalan meskipun ruang fiskal daerah terbatas,” kata dia.
Secara rinci, kontribusi CSR tersebut meliputi rehabilitasi total enam unit kamar Rawat Inap VIP Cendrawasih, pembangunan gazebo tunggu bagi keluarga pasien hemodialisa, pemasangan plang nama gedung baru IGD dan radiologi, pengadaan tirai pembatas antar pasien di ruang rawat inap bedah, serta rehabilitasi gedung pelayanan rekam medis.
Direktur RSUD Sawahlunto Ardian Amri menyampaikan bahwa rehabilitasi bangsal NICU dan PICU dibiayai melalui DAK Fisik Bidang Kesehatan Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp2.441.676.090 dan telah selesai pada Oktober 2025.
Dengan hadirnya fasilitas NICU dan PICU serta peningkatan kualitas ruang rawat inap, RSUD Sawahlunto diharapkan mampu mempercepat penanganan medis pasien dan mengurangi kebutuhan rujukan ke luar daerah.
