Padang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), melalui Dinas Sosial setempat melaporkan sebanyak 250 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial di kota itu berhasil graduasi atau mandiri.
"Sepanjang 2024 kami mencatat terdapat 250 kepala keluarga yang berhasil graduasi dari total 22 ribu KPM," kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang Heriza Syafani di Kota Padang, Selasa.
Hal itu disampaikan Heriza Syafani pada bimbingan teknis bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang diselenggarakan di Gedung Bagindo Aziz Chan, Youth Center, Kota Padang.
Heriza mengatakan ratusan KPM yang berhasil graduasi tersebut tidak lepas dari upaya atau intervensi yang dilakukan Pemkot Padang, terutama Dinas Sosial setempat. Langkah yang dilakukan antara lain menjalankan program penguatan ekonomi masyarakat melalui bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube).
"Melalui bantuan ini kami berharap kelompok-kelompok usaha dapat berkembang dan tidak lagi bergantung pada bansos. Target kita adalah mereka bisa graduasi dari status penerima bantuan," ujarnya.
Dinsos Kota Padang secara rutin setiap bulan melakukan verifikasi dan validasi data masyarakat melalui mekanisme musyawarah kelurahan. Hal ini menjadi dasar bagi dinas terkait untuk menyusun program yang lebih tepat sasaran dan mendorong peningkatan ekonomi warga.
Sementara itu Wali Kota Padang Fadly Amran mengatakan pendataan yang akurat dan pembinaan berkelanjutan menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam mendukung keberhasilan program unggulan Padang Melayani.
"Sinergi bersama pilar sosial seperti TKSK, PSM, hingga kelompok masyarakat, harus bekerja sama secara aktif dalam mendukung program sosial pemerintah," kata Fadly.
Dalam arahannya ia menekankan pentingnya memahami langkah-langkah pemberdayaan, baik itu program bantuan maupun pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, bimbingan teknis yang dilakukan adalah bagian dari menyamakan persepsi agar program kerja yang disusun selaras dengan implementasi di lapangan. Apalagi, pendataan merupakan bagian krusial yang tidak boleh diabaikan.
"Pendataan ini perlu kita perbaharui agar bantuan sosial benar-benar sampai kepada yang membutuhkan," ucapnya.
