Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mencatat produksi jagung di daerah itu dalam lima bulan terakhir periode Januari-Mei mencapai 79.860 ton dengan luas panen 13.310 hektare.
"Produksi jagung itu berada di 11 kecamatan yang ada," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat Doddy San Ismail di Simpang Empat, Kamis.
Menurutnya, produksi jagung tertinggi berada di Kecamatan Pasaman dengan 16.776 ton, disusul Kecamatan Kinali 11.832 ton, Kecamatan Luhak Nan Duo sebanyak 11.568 ton dan Kecamatan Ranah Batahan 10.242 ton.
Lalu di Kecamatan Sungai Beremas 7.050 ton, Kecamatan Lembah Melintang 6.198 ton, Kecamatan Talamau 5.976 ton , Kecamatan Koto Balingka 4.968 ton, Kecamatan Gunung Tuleh 2.376 ton, Kecamatan Sungai Aua sebanyak 2.172 ton dan di Kecamatan Sasak Ranah Pasisia 702 ton.
Pihaknya menargetkan produksi jagung di daerah itu selama 2025 mencapai 223.236 ton di 11 kecamatan yang ada.
"Target produksi kita tingkatkan dibandingkan pada 2024 lalu yang realisasinya 212.993 ton," katanya.
Untuk mencapai target produksi itu, katanya, pihaknya akan melakukan sejumlah upaya, di antaranya pemberian bantuan sarana produksi pertanian berupa benih, pupuk, dan obat-obatan melalui dana APBN, bantuan pupuk bersubsidi dan menambah luas tanam jagung
Lalu memberdayakan penyuluh dengan memberikan sosialisasi mengenai tanaman jagung.
"Melalui penyuluh, petani selalu diingatkan jangan memakai benih yang harganya murah dan tidak jelas dari mana produksinya. Jika salah memilih benih maka tanam jagung akan mudah terserang penyakit dan hasil sedikit," katanya.
Dia menilai pada umumnya tanaman jagung cukup diminati oleh masyarakat karena harganya relatif stabil.
Ia menjelaskan Pasaman Barat menjadi salah satu sentra penghasil jagung terbesar di Sumbar.
"Kita juga meningkatkan luas tanam di lahan kelapa sawit yang sedang replanting atau peremajaan saat ini," katanya.
