Pasaman Barat peroleh bantuan benih jagung 22,5 ton dari Kementan RI

id Bantuan benih jagung dari Kementan

Pasaman Barat peroleh bantuan benih jagung 22,5 ton dari Kementan RI

Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman. Barat Afdal (dua dari kanan) bersama Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto saat melakukan penanaman jagung di Kecamatan Pasaman dalam rangka mendukung program ketahanan pangan. ANTARA/Altas Maulana.

Pasaman Barat, Sumbar (ANTARA) - Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, memperoleh bantuan benih jagung sebanyak 22.500 kilogram atau 22,5 ton dari Kementerian Pertanian RI dalam pelaksanaan program ketahanan pangan tahun 2025.

"Bantuan benih jagung itu untuk lahan seluas 1.500 hektare yang tersebar di 11 kecamatan," kata Pelaksana tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Kabupaten Pasaman Barat, Afdal di Simpang Empat, Sabtu.

Menurut dia, benih jagung itu merupakan benih unggul yang diharapkan meningkatkan produksi jagung di daerah itu.

Hingga bulan September 2024 produksi jagung mencapai 123.846 ton dari target 223.236 ton selama 2025.

Produksi jagung itu setelah panen di lahan seluas 20.641 hektare. Diperkirakan panen terus terus terjadi sampai akhir 2025.

"Kami optimistis target produksi jagung tercapai pada akhir tahun," ujarnya.

Selain bantuan benih jagung, Kementan juga membantu benih padi, bantuan saprodi benih dan pestisida padi di lahan kering seluas 1.321 hektare untuk tujuh kecamatan dan bantuan saprodi benih padi sawah berupa kegiatan optimalisasi lahan (Oplah) non rawa di lima kecamatan seluas 500 hektare pada 18 kelompok tani.

Lalu bantuan Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) dalam rangka mendukung kegiatan makan bergizi gratis berupa P2B komoditas sayuran di tiga Nagari induk di Kecamatan Pasaman pada 15 kelompok wanita tani (KWT), P2B komoditas ubi jalar di tiga nagari induk pada tiga KWT di Kecamatan Pasaman.

Kemudian kegiatan optimalisasi lahan (oplah) non rawa berupa bantuan jaringan irigasi di lima Kecamatan sebanyak 18 kelompok tani seluas 500 hektare dan bantuan olah lahan optimalisasi di 5 kecamatan itu seluas 500 hektare di 18 poktan.

Pihaknya juga memperoleh bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) prapanen dan alsintan pascapanen tanaman pangan berupa "hands sprayer" elektrik sebanyak 32 unit, pompa air empat unit.

Traktor roda dua sebanyak dua unit, traktor roda empat sebanyak satu unit, combine harvester besar (CHB) atau alat mesin panen padi sawah sebanyak satu unit.

"Satuan kerja di pusat dan daerah membantu mendistribusikan ke penerima manfaat atau kelompok tani. Untuk sebagian bantuan masih dalam proses di pusat untuk didistribusikan ke daerah," ujarnya.

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.