Padang 3/11, (Antara) -Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Padang menegaskan tidak akan mentolerir siswa yang tidak bermoral. "Kota Padang tidak akan memberikan toleransi untuk para siswa yang berkelakuan amoral, jika kedapatan, konsekuensinya adalah tidak diperbolehkan belajar didaerah ," tegas Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Indang Dewata, di Padang, Minggu. Ia mengatakan, perbuatan amoral adalah hal yang sangat dilarang untuk para siswa Kota Padang. "Jika ada siswa yang meakukan perbuatan seperti penyimpangan seksual, tawuran, dan lainnya, akan langsung kami beri surat pindah dan tidak diizinkan lagi menuntut ilmu di Kota Padang," katanya. Menurutnya, hal tersebut sengaja dilakukan untuk menciptakan moral yang baik bagi para pelajar dimana tidak akan ada toleransi apapun alasannya. Ia mengatakan, peraturan keras tersebut merupakan suatu komitment dan cara Dinas Pendidikan Kota Padang, untuk membentuk para siswa menjadi lebih baik. "Perbuatan amoral itu selain bertentangan dengan agama juga tidak sesuai dengan peraturan adat Minangkabau yang dijunjung tinggi, dengan falsafahnya adat basandi syara', syara' basandi kitabullah," ujarnya. Menurutnya, perbuatan yang tidak senonoh tersebut menjadi suatu gambaran telah rusaknya akidah, dan nilai agama seorang siswa. Ia mengatakan, untuk mengantisipasi hal tersebut, beberapa upayatelah dipersiapkan Dinas Pendidikan Kota Padang. "Kita telah mempersiapkan cara-cara untuk mengantisipasi hal ini, seperti melakukan kegiatan asmaul husna, zakat, hafal Al Quran, pesantren ramadhan, dan lainnya untuk mengisi rohani para siswa," ucapnya. Meskipun demikian, dengan perkembangan yang terus mengalami perubahan, ia menekankan agar para guru dan orang tua tidak lepas tangan dalam pengawasan terhadap anak. "Para orang tua harus lebih memperhatikan anak-anaknya, begitupun dengan guru, karena gur berperan penting dalam akhlak seorang siswa," katanya. Ia juga menyebutkan, hal itupun sesuai dengan tujuan, dan tugas para guru pada kurikulum 2013, yang akan dilaksanakan pada 2014 . "Pada kurikulum baru, guru diminta bukan hanya menciptakan siswa yang terdidik, namun juga terpelajar, dimana tujuan akhirnya adalah menciptakan siswa yang mempunyai akhlak yang baik," akhirnya.(cpw1)
Berita Terkait
Ikuti peluncuran 166 Sekolah Rakyat, Wamen Ossy: Setiap anak Indonesia berhak atas pendidikan yang layak
Selasa, 13 Januari 2026 16:51 Wib
PLN Hadir untuk Anak Penerus Bangsa, Salurkan Beasiswa Pendidikan bagi Korban Terdampak Bencana di Palembayan
Jumat, 9 Januari 2026 9:05 Wib
Daram tawarkan pendidikan gratis bagi pelajar korban banjir bandang di Agam
Kamis, 8 Januari 2026 15:09 Wib
Bangunan Taman Pendidikan Al-Quran ambruk ke sungai Batang Anai
Senin, 5 Januari 2026 10:22 Wib
Pendidikan Islam berperan jawab tantangan global
Selasa, 30 Desember 2025 15:47 Wib
Kurikulum berbasis cinta landasan pendidikan Islam masa depan
Selasa, 30 Desember 2025 15:30 Wib
Polri bantu kebutuhan pendidikan anak terdampak bencana di Sumbar
Minggu, 28 Desember 2025 18:48 Wib
UNAND-RSIA Jakarta kerja sama perkuat pendidikan dokter spesialis
Jumat, 26 Desember 2025 17:45 Wib
