Otoritas laporkan 1.375 kasus kolera baru, sehari 23 tewas di Khartoum

id kolera

Otoritas laporkan 1.375 kasus kolera baru, sehari 23 tewas di Khartoum

Jumlah orang yang meninggal akibat wabah kolera di Sudan dilaporkan telah meningkat menjadi 433 orang. Total kasus infeksi telah mencapai 13.922, menurut pernyataan dari Kementerian Kesehatan Sudan, Rabu (25/9/2024). /ANTARA/Anadolu/py

Jakarta (ANTARA) - Otoritas Sudan pada Kamis (29/5) mengumumkan lonjakan kasus kolera di Negara Bagian Khartoum, dengan 1.375 kasus baru dan 23 di antaranya tewas dalam sehari.

"Terjadi peningkatan jumlah kasus kolera yang terdaftar di negara bagian, dengan 1.375 infeksi tercatat pada Rabu (28/5)," kata direktur Pengendalian Darurat dan Epidemi di Kementerian Kesehatan Negara Bagian Khartoum, Mohamed Al-Tijani.

"Jumlah kematian menurun karena intervensi medis, dengan hanya 23 kematian yang tercatat pada Rabu," sambungnya.

Dia mencatat bahwa 1.116 pasien saat ini tengah dirawat di pusat isolasi.

"Beberapa pusat isolasi telah diaktifkan dan empat pusat penampungan didirikan di daerah-daerah dengan infeksi yang menyebar luas dengan tujuan untuk mendeteksi kasus sejak dini, mengobatinya, dan mengurangi angka kematian," papar Al-Tijani.

Sebelumnya pada Rabu, Kementerian Kesehatan Negara Bagian Khartoum mengumumkan 942 kasus kolera dan 25 kematian pada Selasa, sementara pada Senin terjadi 1.177 infeksi dan 45 kematian.

Menurut statistik pemerintah terbaru, total 60.993 kasus kolera telah tercatat di Sudan, termasuk 1.632 kematian. Sementara pada Agustus 2024, otoritas Sudan telah menyatakan kolera sebagai epidemi nasional.

Infrastruktur kesehatan Sudan merupakan salah satu yang paling terdampak oleh perang saudara yang sedang berlangsung antara tentara Sudan dan saingannya, Pasukan paramiliter Dukungan Cepat (RSF), yang telah berlangsung sejak April 2023.

Sumber: Anadolu

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kolera mengganas di Khartoum, Sudan: 1.375 kasus baru, 23 tewas sehari

Pewarta :
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.