Sarilamak, Sumbar, (ANTARA) - Mesin pengolahan gambir mobiler dengan menggunakan teknologi modern dapat meningkatkan mutu dan jumlah produksi tanaman gambir lebih banyak dibandingkan dengan peralatan tradisional yang digunakan petani gambir selama ini. Peneliti bidang alat pengolahan gambir Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh Dr. Ir. Naswir, Senin, mengatakan mesin pengolahan gambir mobiler yang diciptakannya sedang dalam proses penyelesaian dan ditargetkan selesai pada akhir 2012. Dia menyatakan, mesin mobiler ini memiliki keunggulan dapat dibawa kemana-mana oleh petani gambir, sehingga memudahkan mereka ketika bekerja di kebun dan teknologi yang digunakan lebih maju dibandingkan dengan peralatan tradisional. Dia menjelaskan, mesin tersebut seperti mobil sederhana dan merupakan kelanjutan dari teknologi pengolahan gambir sebelumnya pada 2010 dan 2011 yang menggunakan mesin kempa gambir mekanis tipe screwpress. Mesin kempa gambir yang dibuatnya pada 2010 terdiri atas unit pengempa dan ruang pengempa yang terbuat dari bahan stainless steel serta rangka berbentuk kotak yang terbuat dari kayu dengan mesin di dalamnya. Dia menerangkan, mesin kempa gambir mekanis tipe screwpress pada 2011 terdiri atas dua bagian yaitu mesin pemotong daun gambir (chopper) dan ketel uap, chopper terdiri atas beberapa bagian seperti ruang pemotong, pisau potong, rangka dan engine. Dia memberitahukan, mesin pengolahan gambir mobiler terdiri atas unit pengempa dan ruang pengempa yang terbuat dari bahan stainless steel serta rangka berbentuk kotak yang terbuat dari kayu dengan mesin di dalamnya yang terdiri atas mesin pemotong daun gambir (chopper) dan ketel uap dimana chopper terdiri atas beberapa bagian juga seperti ruang pemotong, pisau potong, rangka dan engine. "Rangka berbentuk kotak kayu yang didalamnya terdapat mesin pemotong daun gambir (chopper) dan ketel uap diletakan diatas badan mesin,mesin diberi empat roda seperti mobil untuk menjalankannya dan diberi stir sebagai alat pengendali,"katanya. Naswir mengemukakan, mesin mobiler ini memiliki beberapa keunggulan seperti proses pengolahan daun gambir dengan cara direbus atau dikenal dengan istilah inaktifasi polifenolase hanya selama 10-15menit,ketika daun dihancurkan dengan menggunakan screwpress prosesnya cepat dan dapat memecahkan sel-sel daun lebih banyak serta rendemen lebih baik. Ditambahkannya, hasil kempaan berwarna kuning dan kualitasnya baik, proses pengendapan dan meniriskan lebih cepat,pencetakan gambir kualitasnya lebih baik dan proses pengeringan daun gambir cepat dengan memanfaatkan sumber panas dari pengeluaran engine sehingga gambir yang dihasilkan kualitasnya bagus dan jumlahnya lebih banyak, ketika dijual kepada pedagang luar negeri harganya lebih tinggi sebab kandungan katechinnya murni tanpa dicampur dengan zat-zat lain. Jika menggunakan peralatan pengolahan gambir secara tradisional,daun yang diolah dengan cara dipadatkan,direbus dan dikempa membutuhkan tenaga, kayubakar, proses lama, kualitas yang dihasilkan rendah.rendemen rendah dan hasil kempaan berwarna coklat kehitaman serta kualitasnya rendah, kata dia. Selain itu, kata Naswir, proses pengendapan, peniriskan, pencetakan dan pengeringan gambir membutuhkan tenaga dan waktu yang lama, pada proses pencetakannya sering dicampur oleh petani dengan bahan lain seperti tepung sehingga kualitas gambir yang dihasilkan mutunya rendah ketika dijual kepada pedagang dari luar negeri. (tik)
Berita Terkait
Pemkab Pasaman Barat serahkan alat mesin pertanian ke brigade pangan
Senin, 5 Januari 2026 20:27 Wib
Undip kirim mesin penjernih air bantu korban banjir di Sumbar
Senin, 15 Desember 2025 21:03 Wib
UNP kembangkan mesin Cultivator Multipurpose, dorong transformasi pertanian di Nagari VII Koto Talago
Senin, 24 November 2025 7:59 Wib
Pemkot Solok serahkan bantuan mesin pompa air untuk kelompok tani
Jumat, 7 November 2025 20:34 Wib
Pasaman Barat terima bantuan alat mesin pertanian dan benih jagung
Jumat, 31 Oktober 2025 18:08 Wib
Wawako Maigus Nasir hadiri penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian kelompok tani di Kota Padang
Senin, 20 Oktober 2025 15:03 Wib
Pemkab Agam bantu mesin jahit korban banjir lahar dingin Gunung Marapi
Kamis, 16 Oktober 2025 9:45 Wib
Pabrik teh Kayu Aro pertahanan mesin tua peninggalan Belanda
Minggu, 12 Oktober 2025 15:45 Wib
