Abe Kembali Kirim Persembahan ke Yasukuni

id Abe Kembali Kirim Persembahan ke Yasukuni

Tokyo, (Antara/Reuters) - Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengirim persembahan untuk upacara di kuil Yasukuni, tempat penghormatan korban perang yang kontroversial. Tetapi sekali ini ia kembali tidak mengunjungi kuil itu guna menghindari kemarahan para korban perang di Asia dalam masa pendudukan Jepang. Kunjungan para pemimpin Jepang ke kuil Yasukuno di jantung kota Tokyo itu selalu menimbulkan kemarahan di China dan Korea Selatan, yang mengalami penderitaan pada masa pendudukan Jepang pada abad 20, karena para pimpinan perang yang dituding juga sebagai penjahat perang oleh sekutu mendapat penghargaan bersama korban perang Jepang yang lain di kuil tersebut. Abe membuat sesembahan atas nama Perdana Menteri untuk upacara perigatan musim gugur yang berlangsung dari Kamis hingga Minggu, kata petugas kuil kepada Reuters. Persembahan itu disiapkan sebelum Kamis, tetapi tidak disebutkan secara terperinci bentuknya. Seorang juru bicara mewakili pemerintah mengatakan bahwa persembahan itu diberikan secara pribadi sehingga pemerintah tidak berhak memberi komentar dan juga tidak tahu bila persembahan itu dibayar oleh dana masyarakat. Itu adalah untuk yang ketiga kalinya Abe mengirim perembahan ke kuil sejak ia kembali menduduki jabatannya sebagai hasil Pemilu Desember lalu. Abe tidak mengunjungi kuil itu secara pribadi karena sedang membangun hubungan kembali dengan China dan Korea Selatan. Persembahan sebelum ini dilakukan pada Agustus yang lalu. Hubungan Jepang-China mengalami masalah selama beberpa bulan ini terkait sengketa kedaulatan kepulauan kecil di Laut China Selatan, yang dikenal dengan nama Senkaku dalam bahasa Jepang dan Pulau Diaoyu dalam bahasa China. Hubungan Jepang-Korea Selatan juga mendingin akibat masalah perbatasan. Abe --yang suka bicara blak-blakan-- mengaku kecewa tidak bisa mengunjungi kuil itu senyampang menjadi perdana menteri pada 2006-2007.(*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.