Dukung RAN PASTI, Pemkot Padang Panjang targetkan penurunan Stunting 14 persen

id Stunting, target turun 14 persen

Dukung RAN PASTI, Pemkot Padang Panjang targetkan penurunan Stunting 14 persen

Sekdako dan Kadinkes Padang Panjang ikuti zoom meeting dengan BKKBN Regional 1 (ANTARA/HO-Kominfo)

Padang Panjang (ANTARA) - Berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) Pemkot Padang Panjang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), penurunan angka stunting ditargetkan mencapai 15,5 persen di tahun 2023, dan capaian akan terus diupayakan menjadi 14 persen di tahun 2024, sebagai bentuk dukungan atas Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI).

RAN PASTI yang dicanangkan Pemerintah melalaui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini diperkuat melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 72 Tahun 2020 dengan capaian 14 persen tahun 2024 di Indonesia.

Kepala Dinkes, dr. Faizah seusai mengikuti Zoom Meeting RAN PASTI dengan BKKBN Regional 1, Selasa, mengatakan data yang dihimpun kader kesehatan dan posyandu bulan Agustus 2021, dari 3.800 balita, angka stunting yaitu 15,57 persen.

Di sisi lain Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) sebagai lembaga berkompeten nasional menetapkan angka stunting di Padang Panjang 20 persen.

"SSGI mengambil sampel sebanyak 70 bayi di Kota Padang Panjang di Oktober 2021. Kita memakai data keduanya. Intinya, kita tetap berupaya menurunkan angka stunting dengan pendekatan keluarga," ujar Dokter Faizah.

Sekdako Sonny Budaya Putra, A.P, M.Si mengatakan, percepatan penurunan angka stunting dapat dilakukan dengan kebersamaan. Kesadaran keluarga akan pentingnya gizi anak, diawali dengan mengoptimalkan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

"Mari bersama-sama saling melengkapi untuk mencegah stunting di Kota Padang Panjang. Pengentasan stunting sangat penting, guna menghadirkan generasi emas, generasi masa depan yang cemerlang," tuturnya.