Kemenag Sumbar perkuat moderasi beragama lewat revitalisasi surau

id moderasi beragama,kemenag Sumbar

Kemenag Sumbar perkuat moderasi beragama lewat revitalisasi surau

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Helmi. (Antara/HO-Kemenag Sumbar)

Batusangkar (ANTARA) - Kementerian Agama Wilayah Sumatera Barat memperkuat moderasi beragama di provinsi itu lewat revitalisasi surau dalam rangka mewujudkan kehidupan keagamaan yang lebih moderat.

Kepala Kanwil Kemenag Sumbar Helmi di Batusangkar, Rabu menjelaskan moderasi beragama dilatarbelakangi oleh adanya pengalaman agama yang terkadang kelihatan mengenyampingkan sisi sisi kehidupan bernegara.

"Akhir-akhir ini ada gejala yang mengatasnamakan negara, maka perlu dilakukan penguatan moderasi beragama," ujarnya, pada sosialisasi dan penguatan moderasi beragama yang dihadiri tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat serta babinkamtibmas.

Menurut Helmi perlu ada indikator orang yang moderat dan tidak moderat itu. Seseorang dikatakan moderat jika menjalankan empat indikator, yaitu komitmen kebangsaan, tasamuh atau toleran, antikekerasan dan melaksanakan segala sesuatu sesuai aturan yang berlaku serta menghargai kearifan atau budaya lokal.

“Jika terjadi persoalan mari kita selesaikan melalui jalur hukum, tidak dengan kekerasan, bakar bakaran dan lain sebagainya,” katanya.

Kakanwil menyampaikan Sumatera Barat merupakan satu dari delapan provinsi yang diberikan anggaran untuk penguatan moderasi beragama, sekaligus dijadikan model tahun toleransi dan kerukunan umat beragama.

Ia menyebutkan ada tiga program yang ditawarkan Sumatera Barat dalam penguatan moderasi beragama ini.

Pertama, melalui kurikulum pendidikan dengan memastikan nilai-nilai moderasi beragama sampai ke tenaga pendidik.

Kedua, melalui bimbingan teknis atau workshop dan pembinaan moderasi beragama bagi ASN, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Ketiga, melalui revitalisasi surau di Sumatera Barat.

“Program ini juga sudah dibicarakan dengan Gubernur Sumatera Barat. Karena surau, masjid dan mushalla sudah mulai banyak yang tidak terurus. Pemerintah hanya bisa memberikan bantuan, tapi tidak 100 persen mengurus,” ujarnya.

Ia ingin surau dan masjid ini benar-benar terurus. Sebab dulu di Minangkabau surau itu semarak. Buktinya sekarang, ulama atau tokoh agama yang ada di surau itu sudah tidak terlihat lagi. Kita ingin surau itu direvitalisasi atau diberdayakan,” katanya.

Untuk revitalisasi surau pihaknya akan merekrut lulusan pesantren, madrasah dan sebagainya yang hafiz, dengan kriteria tertentu, di masjid kabupaten satu-satu kemudian dilanjutkan di masjid kecamatan.

Sementara Kasubbag Organisasi Tata Laksana dan Kerukunan Umat Beragama Kanwil Kemenag Sumbar Fauqa Nuri Ichsan mengatakan sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang peta dan dinamika keberagaman masyarakat di Indonesia.

"Ini juga guna membangun kesadaran untuk merespons situasi keberagamaan di Indonesia saat ini. Meningkatkan pemahaman tentang kasus-kasus intoleransi, ekstremisme kekerasan dan diskriminasi di tingkat lokal, nasional dan internasional," ujarnya.

Pewarta :
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.