Sarajevo, (Antara/Cihan) - Produser di kawasan Balkan dalam usaha mengatasi krisis ekonomi mengalihkan perhatian ke produksi makanan halal dengan sasaran pasar di negara Muslim dan Barat, karena kebutuhan akan produk seperti itu berkembang secara tetap. "Pasar produk halal berjumlah lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia," kata Amel Kovacevic, salah seorang penyelenggara "Halal Food Fair" di Sarajevo pada Senin. Menurut dia, kendati masih pasar muda dengan daya beli penting, kebutuhannya tumbuh antara 10 dan 20 persen tiap tahun. Acara tiga hari itu sejak dibuka pada Rabu merupakan kegiatan pertama di kawasan Balkan dan 30 produser dari kawasan tersebut berperan serta. Mereka memromosikan produk daging, keju, kue kering, permen, kosmetik dan minyak halal. Kovacevic mengatakan Balkan terletak di wilayah Laut Tengah yang memungkinkannya menyasar pasar negara-negara Muslim dan Barat. "Dalam krisis ekonomi dan finansial banyak perusahaan terkena dampaknya dan harus mencari laba demi mempertahankan keberlangsungannya," katanya. "Faktanya bahwa kami berada di wilayah tengah antara Timur dan Barat. Kami punya lahan dan udara bersih dan angkatan kerja yang tak mahal. Inilah peluang bagi pengembangan ekonomi kawasan ini," kata Kovacevic. Menurut Forum Halal Dunia, pada 2009 pasar makanan halal global ditaksir senilai 635 miliar dolar AS (490 miliar euro). "Makanan halal jangan dipandang sebagai sesuatu yang segera mempercepat produksi dan raihan laba tumbuh dalam sehari," kata Asim Bajraktarevic, yang bertanggung jawab atas produksi di pabrik daging proses kepada AFP. Dikatakannya, inilah cara memperbaiki kualitas produk dan menciptakan peluang untuk tumbuh ketika kita memasuki pasar luar negeri. Pabrik Brajlovic, dekat Sarajevo, ibu kota Bosnia Herzegovina, dengan kapasitas produksi 15 ton per hari memperoleh sertifikat halal tiga bulan lalu. Pabrik itu termasuk di antara 150 produser makanan halal di kawasan Balkan yang memutuskan untuk memproduksi lebih 2.000 produknya dengan menerapkan norma berdasarkan hukum Islam itu. Jumlah perusahaan yang memperoleh sertifikat halal di Balkan dan produk mereka tumbuh antara 30 dan 40 persen per tahun sementara penghasilan mereka saat ini diperkirakan senilai 550 juta euro (708 dolar AS), kata Amir Sakic, kepala satu badan untuk sertifikasi hala di Sarajevo. Lembaga Sakic didirikan pada 2006 dengan bantuan komunitas Islam setempat di Bosnia. Mayoritas penduduk di negara itu Muslim sedangkan lainnya Kristen Orthodoks dan Katolik. Muslim berjumlah sekitar 40 persen dari 3,8 juta penduduk Bosnia. Sebagian besar di antara merka tidak mencari produk berlabel halal. Juga daya belinya relatif rendah dan para produser regional memberikan perhatian pada wilayah lain. Sejumlah besar perusahaan yang mengajukan sertefikat halal berasal dari Krosia, Serbia, Montenegro dan Makedonia, negara-negara tetangga Bosnia yang mayoritas penduduknya Kristen Ortodoks dan Katolik. (*/jno)
Berita Terkait
TNI sediakan makanan bagi 168 penyintas di Salareh Aia Agam
Jumat, 23 Januari 2026 7:26 Wib
Spesialis Gizi: Food genomics bisa dukung perbaikan tren kesehatan
Minggu, 11 Januari 2026 11:13 Wib
Makanan untuk memenuhi protein dan kalsium anak selain susu sapi
Minggu, 11 Januari 2026 10:44 Wib
Keragaman pangan bantu kesehatan saluran cerna anak
Jumat, 9 Januari 2026 10:11 Wib
Cegah anemia defisiensi besi dengan asupan gizi
Kamis, 8 Januari 2026 20:54 Wib
Kiat menyiapkan makanan bergizi sederhana untuk anak
Kamis, 8 Januari 2026 19:22 Wib
Wisatawan wajib cicipi lontong khas Padang
Kamis, 25 Desember 2025 15:33 Wib
Pemkot Pariaman bantu 60 UMKM olah makanan dan minuman kekinian
Rabu, 24 Desember 2025 19:28 Wib
