Kreatif, Petani di Agam manfaatkan hama padi sebagai pakan lele

id pakan lele, hama padi, berita agam, berita sumbar

Kreatif, Petani di Agam manfaatkan hama padi sebagai pakan lele

Ketua Pokdakan Sangkuriang Jaya Agam, Elvianto memberikan pakan dari keong mas untuk lele. (Antara/Yusrizal)

Lubukbasung (ANTARA) - Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Sangkuriang Jaya Agam di Ambacang Magek, Kecamatan Kamangmagek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat memanfaatkan hama tanaman padi berupa keong mas untuk pakan ikan lele dalam mengurangi ketergantungan dengan pelet.

Ketua Pokdakan Sangkuriang Jaya Agam, Elvianto di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan keong emas dibeli dari petani di daerah sekitar dengan harga Rp1.000 per kilogram.

"Keong itu dikumpulkan petani dari sawah mereka setiap hari dan dijual ke saya. Keong emas ini merupakan hama tanaman padi milik petani," katanya.

Ia mengatakan, keong emas itu dihaluskan menggunakan mesin pengiling cabai dengan jumlah 70-100 kilogram setiap hari dengan waktu hanya 10 menit.

Setelah halus, keong tersebut langsung diberikan ke ikan lele yang berada di kolam terpal 64 unit dan kolam tanah 10 unit.

"Pemberian pakan dari keong itu saya lakukan setiap sore dan keong ini mempunyai protein yang tinggi, sehingga pertumbuhan ikan lele sangat cepat," katanya.

Ia mengakui biaya produksi ikan lele dari benih sampai panen sekitar tiga bulan menggunakan pakan keong ini lebih kecil, dibandingkan menggunakan pelet.

Biaya produksi untuk pakan hanya Rp70 ribu per hari untuk 74 unit kolam. Sedangkan biaya produksi menggunakan pelet Rp840 ribu per hari, karena harga pelet Rp12 ribu per kilogram.

"Keuntungan menggunakan pakan dari keong ini banyak, karena cangkang keong bisa digunakan untuk kompos tanaman," katanya.

Ia menambahkan produksi ikan lele Pokdakan Sangkuriang Jaya Agam dua ton setiap bulan. Ikan lele itu dipasarkan oleh anggota ke pasar tradisional Kecamatan Tilatangkamang dan Kamangmagek dengan harga Rp25 ribu per kilogram.

Kebutuhan ikan lele oleh anggota sekitar tiga sampai empat ton per bulan, sehingga ikan didatangkan dari daerah lain.

Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam Ermanto berharap kepada pembudidaya untuk menggunakan keong untuk pakan ikan dalam mengurangi biaya produksi.

Selain itu, tanaman padi akan terlindung dari hama keong mas.

"Di Agam hanya sebagian kecil pembudidaya ikan memanfaatkan keong sebagai pakan ikan. Kita akan memberikan bantuan mesin untuk menggiling keong ke pembudidaya ikan," katanya.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar