LEN Kembangkan Persinyalan Proyek Monorel Jakarta

id LEN Kembangkan Persinyalan Proyek Monorel Jakarta

Jakarta, (Antara) - PT LEN Industri menyatakan siap masuk dalam proyek pembangunan monorel Jakarta dengan mengembangkan sistem pengontrolan dan persinyalan. "Kami memiliki kompetensi dan sudah teruji dalam bidang persinyalan. Kami akan masuk dalam sistem komputerisasi monorel," kata Direktur Utama LEN Abraham Mose pada diskusi "Kebangkitan BUMN Nasional" di Jakarta, Selasa. Ia menjelaskan, LEN memiliki kemampuan mendisain sistem pengontorlan perjalanan kereta, termasuk persinyalannya berbasis komputer. Menurutnya, saat ini pihaknya memiliki anak perusahaan khusus transportasi, yakni PT Len Railway Systems, yang juga fokus pada pembangunan "mass rapid transit" (MRT), "light rail transit" (LRT), serta monorail. Untuk itu tambah Abraham, pihaknya akan menjadi subkotraktor dari pemenang tender proyek MRT Jakarta, dengan bekerja sama dengan perusahaan asal Jepang yang terlibat dalam pengembangan MRT Jakarta. Selain proyek monorel, LEN juga sedang mengembangkan teknologi "On Board Unit" (OBU), sistem teknologi yang dapat mempermudah pembayaran serta meminimalisir antrean di pintu tol. "Intinya kami kembangkan sendiri sistem, mengingat sebagian sistem yang lama, kita harus kerja sama dengan vendor yang sudah ada pakai sistem yang lama," tutur Abraham. LEN juga sebelumnya sudah bekerja sama dengan PT Telkom untuk sinergitas dalam pengembangan dan produksi "OBU e-Toll Pass" untuk memenuhi kebutuhan dalam pengembangan sistem pembayaran elektronik jalan tol. "Target pembuatan sistem OBU untuk tahun ini sesuai dengan permintaan pemerintah sebanyak 500 unit. Sasarannya sudah dalam produksi dalam negeri," ujarnya. Perangkat yang dikembangkan dan diproduksi dalam sinergi tersebut, juga juga bisa dimanfaatkan untuk ekosistem transportasi lainnya di Indonesia. Dengan hadirnya "e-Toll Pass" yang terdiri atas seperangkat "transmitter OBU", pengguna jalan tol tak lagi harus membuka kaca jendela ataupun menghentikan laju kendaraan untuk melakukan transaksi. "Selama ini perangkat on board unit (perangkat e-Toll Pass) masih diimpor," ucapnya. (*/jno)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.