FIP UNP rencanakan gelar seminar internasional pendidikan yang ketiga

id UNP, FIP, seminar internasional, pembelajaran, mahasiswa, covid-19, kampus merdeka

FIP UNP rencanakan gelar seminar internasional pendidikan yang ketiga

Wakil Dekan I UNP Dr. Hadiyanto di Padang, (17/9). (ANTARA/Mutiara Ramadhani)

Padang (ANTARA) - Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang merencakan penyelenggaraan seminar internasional pendidikan yang ketiga atau The 3rd ICE-UNP pada 16-17 Oktober mendatang, guna mengembangkan pembelajaran untuk kemajuan mahasiswa serta ingin memperoleh pengalaman tentang bagaimana pembelajaran di masa pandemi COVID-19.

“Seminar ini bisa dibilang rutin diadakan oleh FIP UNP dan penyelenggaraan seminar internasional yang pertama diadakan pada tahun 2015,” kata Wakil Dekan I UNP Dr. Hadiyanto di Padang, Kamis.

Ia menambahkan bahwa seminar pertama tersebut dilaksanakan di UNP dan seminar kedua diselenggarakan di sebuah hotel di Padang pada tahun 2018.

Lebih lanjut ia mengatakan seminar ini terbuka untuk umum, mahasiswa mulai dari S1 sampai S3 serta para dosen dan karena sudah mempunyai jaringan nasional begitu dibagikan secara nasional di grup-grup tertentu, pesertanya ada dari berbagai perguruan tinggi,”

“Termasuk juga ada peserta yang dari luar negeri karena pematerinya mengajak mahasiswanya untuk ikut. Contohnya ada pemateri yang dari thailand jadi ia mengajak mahasiswanya mengikuti seminar itu,” terangnya.

Tema yang diangkat pada seminar ini adalah “The Global Challenges of Learning Pedagogy During COVID-19 Outbreak in the Industrial Revolution 4.0” atau tantangan global pembelajaran pada masa pandemi COVID-19 pada masa era revolusi industri 4.0.

Ia menargetkan jumlah peserta yang ikut seminar tersebut berkisar 200 hingga 300 peserta sebab seminar tersebut berbayar.

“Karena seminar ini berbayar jadi mungkin tidak semua peminat langsung mengatakan iya pada saat harus bayar,” ungkapnya.

Ia mengatakan seminar tersebut berbayar hanya bagi peserta yang menjadi presenter untuk mempublikasikan artikelnya sementara bagi peserta yang hanya ingin bergabung menyaksikan seminar saja tidak perlu membayar.

Bagi peserta yang ingin mempublikasikan artikelnya untuk mahasiswa dikenakan biaya Rp 1,5 juta sementara untuk dosen sebesar Rp 2 juta.

“Biaya itu dikenakan untuk mengurus artikel. Jadi artikel dari para presenter itu nanti kita publish pada jurnal-jurnal atau prosiding international dan untuk bisa mempublish di prosiding apalagi di jurnal international itu harus bayar,” tuturnya.

Ia menambahkan keuntungan ikut seminar itu yaitu mahasiswa atau dosen bisa mempublikasikan artikelnya dan bukti publikasi itu berguna sebagai syarat mahasiswa untuk mengikuti ujian serta bagi dosen bisa untuk kenaikan pangkat.

Dalam seminar yang diadakan secara daring tersebut, narasumbernya berasal dari berbagai negara seperti dari University Kebangsaan Malaysia Prof. Norazah Mohd. Nordin, Regional Institute of Education NCERT India Varun, Ph.D., University of South Pacific Fiji Ann Cheryl Amstrong, Ph.D., Arizona State University of USA, Dublin City University Ireland Prof. Mathias Urban, Tranava University Slovakia serta dari UNP Prof.Sufyarma Marsidin.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar