Anggota PDKI tanggap COVID-19 Sumatera Barat diluncurkan

id Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia,pandemi covid-19,kota solok

Anggota PDKI tanggap COVID-19 Sumatera Barat diluncurkan

Wakil Wali Kota Solok Reinier, didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solok, Elfia Reinier dan OPD terkait mengikuti vicon dengan Pemprov Sumbar. (ANTARA/HO-Bagian Prokomp)

Solok (ANTARA) - Wakil Wali Kota Solok Reinier, didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solok Elfia Reinier dan OPD terkait mengikuti Video Conference peluncuran penempatan anggota Perhimpunan Dokter Keluarga Indonesia (PDKI) tanggap COVID-19 Sumatera Barat, bertempat di Solok, Kamis.

Pada peluncuran tersebut, Provinsi Sumatera Barat menerima sebanyak 51 PDKI. Sedangkan di Kota Solok, akan mengabdi dua orang dokter PDKI.

Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menyampaikan apresiasi kepada Bupati dan Wali Kota yang telah memfasilitasi PDKI ini. Pihaknya tentu berterima kasih karena pemerintah akan dibantu oleh PDKI yang siap mencegah pandemi COVID-19 di Sumbar.

"Hadirnya para anggota PDKI merupakan komponen yang sangat dibutuhkan dalam mencegah COVID-19 semakin merajalela. Peran dokter keluarga sangat penting untuk menghindari stres bagi pasien positif," ujarnnya.

Irwan Prayitno berharap, kehadiran PDKI akan semakin cepat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Sumatera Barat.

"Selamat mengabdi kepada 51 PDKI di Provinsi Sumatera Barat. Semoga sukses dan dapat bekerja maksimal nantinya," ujarnya.

Ketua TP PKK Sumbar Nevi Irwan Prayitno mengajak seluruh elemen terkait untuk mendukung PDKI dengan memaksimalkan pemberdayaan masyarakat. Posyandu jangan sampai berhenti, kegiatan menjaga kesehatan ibu dan anak harus terus dilakukan, jika perlu pakai cara jemput bola dengan mengunjungi anak dan ibu kerumah masing-masing

Sebelumnya, Pengurus Persatuan Dokter Keluarga Indonesia Sumatera Utara, Dr.dr. Isti Ismiati Fujiati mengatakan, sebanyak 51 orang PDKI akan bekerja di puskesmas, klinik, dan layanan kesehatan lainnya.

Sebelum peserta turun ke lapangan, sudah terlebih dahulu diberikan pembekalan. Perannya akan menjadi pelengkap pusat layanan kesehatan di tengah Pandemi COVID-19.

"Perilaku PHBS dan Physical Distancing pada kelompok Komorbid (Diabetes dan Hipertensi) serta Tuberculosis, dan kelompok rentan (ibu hamil, ibu menyusui, anak dan lansia). Nantinya kami mengharapkan akan tersedianya data epidemiologis lokal yang dapat dimanfaatkan pemerintah daerah menyusun kebijakan berbasis bukti terkait infeksi COVID-19 pada kelompok di atas," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Andani Eka Putra, M.Sc mengatakan, PDKI harus memahami COVID-19 dari perspektif dokter keluarga.

Pasien COVID-19 itu stress, depresi dan tertekan. Jadi membutuhkan orang-orang yang mampu dan dapat mengeluarkan pasien dari tekanan ini.

"Dokter keluarga harus bisa menjadi konsultan medis bagi pasien. Kami berharap dokter keluarga tidak ada yang takut duluan dengan COVID-19, dokter keluarga harus bisa memotivasi pasien," ujarnya.

Vidcon tersebut terhubung dengan Gubernur Provinsi Sumatera Barat Irwan Prayitno, Ketua TP PKK Provinsi Sumatera Barat Nevi Irwan Prayitno, narasumber Pengurus Persatuan Dokter Keluarga Indonesia Provinsi Sumatera Utara Dr.dr. Isti Ismiati Fujiati, Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Dr. dr. Andani Eka Putra.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar