Disuruh belajar di rumah, 42 pelajar justru asyik bermain game online di warnet

id satpol pp solok,game online,libur sekolah

Disuruh belajar di rumah, 42 pelajar justru asyik bermain game online di warnet

Kepala Dinas Damkar dan Satpol-PP Kota Solok, Ori Affilo memberikan pengarahan pada siswa yang terjaring razia. (ANTARA/HO-Prokomp)

Solok (ANTARA) - Sebanyak 42 pelajar Sekolah Dasar (SD) dan SMP terjaring razia Satpol PP Kota Solok, Senin, saat mereka tengah asyik bermain "game online" di sejumlah warnet di daerah itu.

"Para pelajar yang berhasil diamankan petugas langsung dibawa ke Markas Pol-PP Kota Solok. Mereka dikumpulkan dan diberikan pembinaan agar tidak mengulangi perbuatannya," kata Kasatpol PP dan Damkar Kota Solok Ori Affilo di Solok, Senin.

Menurutnya operasi pelajar di sejumlah warung internet dilakukan untuk menindaklanjuti Instruksi Wali Kota Solok nomor 420/239/DDIK-sekr/2020 tentang penanganan dampak corona virus disease 2020 di Lingkungan Pemerintah Kota Solok.

Dalam surat tersebut, Pemerintah Kota Solok memutuskan untuk memindahkan aktivitas belajar siswa ke rumah masing-masing, langkah meliburkan sekolah dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dalam masa pemindahan belajar ke rumah selama dua pekan tersebut, siswa diperintahkan untuk belajar dan mengerjakan tugas sekolah di lingkungan rumah, serta menghindari aktivitas di tempat keramaian.

"Anak-anak atau pelajar dilarang untuk berkegiatan atau mengunjungi fasilitas umum atau tempat keramaian, bagi yang kedapatan membandel, tentunya akan kami amankan untuk diberikan pembinaan," sebutnya.

Ia menjelaskan pelajar yang terjaring, akan dilakukan pendataan dan pemanggilan terhadap orang tua masing-masing. Bagi siswa yang kembali kedapatan keluyuran di tempat keramaian akan ditindak.

"Jika nanti kalian kedapatan lagi main di keramaian, maka akan ditahan dan diproses lebih lanjut, ikuti arahan yang telah diberikan oleh pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus corona," ujarnya pada siswa.

Ditegaskannya, sesuai arahan Wali Kota Solok, seluruh elemen masyarakat dan pihak terkait harus bersatu padu melakukan upaya preventif dalam menekan potensi penyebaran virus yang tergolong berbahaya tersebut.

"Covid-19 itu virus, sudah banyak korban jiwa dan dampaknya sangat besar terhadap berbagai sektor, untuk itu perlu bersama-sama didukung upaya pencegahan termasuk kalangan pelajar, kalau memang tidak penting usahakan jangan keluar rumah sampai kondisi normal kembali," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar