Polres Payakumbuh: Penilangan melalui CCTV yang beredar di medsos hoaks

id Foto screenshot,polres payakumbuh,berita sumbar,berita payakumbuh

Polres Payakumbuh: Penilangan melalui CCTV yang beredar di medsos hoaks

Foto screenshot informasi tilang melalui CCTV yang tersebar di banyak grup medsos di Kota Payakumbuh. (Ist)

Payakumbuh, (ANTARA) - Kasatlantas Polres Kota Payakumbuh, Sumatera Barat Iptu Andika Alfatoni menyatakan bahwa informasi penilangan melalui CCTV di kota itu adalah hoaks.

"Informasi itu hoaks, sampai sekarang belum ada giat seperti itu. Karena perintah atau petunjuk dari pimpinan juga belum ada," kata Iptu Andika di Payakumbuh, Rabu.

Untuk itu ia mengimbau masyarakat untuk tidak lagi menyebar informasi yang membuat masyarakat resah.

"Saya harap masyarakat bisa berpikir positif dan menyaring dulu informasi sebelum dibagikan melalui media sosial," ujarnya.

Ia memastikan apabila ada giat baru yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, pihak kepolisian akan memberikan informasi resmi dan melakukan sosialisasi terlebih dahulu.

"Kalau ada tentu masyarakat akan diberikan informasi resmi dulu. Agar masyarakat tahu dan nantinya tidak merasa dirugikan," sebutnya.

Salah seorang warga Payakumbuh Wahyu (22) menyatakan tidak menanggapi serius informasi yang tersebar melalui tulisan yang disebar di grup Whatsapp.

"Kalau di tulisan itu kan cukup jelas bahwa itu tujuannya hanya bercanda. Jadi saya tidak mempercayai hal tersebut," kata dia.

Tapi, kata Wahyu, tulisan tersebut makin sering dibagikan dan bahkan dijadikan status oleh beberapa orang dan juga dibagikan di banyak grup.

"Berbeda dengan tulisan sebelumnya yang jelas bahwa itu hanya lelucon. Tapi di status WA tersebut dipotong oleh oknum, sehingga tidak ada pernyataan bahwa itu bercanda," sebutnya.

Takutnya, kata Wahyu, informasi ini semakin tersebar dan membuat banyak orang resah dan bertanya-tanya.

"Kalau sudah ada pernyataan resmi dari kepolisian setidaknya itu akan menampik informasi-informasi yang beredar," ujarnya. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar