PT LEN Siap Bangun Persinyalan Monorail Jakarta

id PT LEN Siap Bangun Persinyalan Monorail Jakarta

Jakarta, (ANTARA) - Perseroan Terbatas Len Industri menyatakan kesiapannya untuk membangun persinyalan monorail Jakarta yang digagas oleh PT Adhi Karya Tbk dengan berkolaborasi bersama PT Telkom Tbk dan PT Inka Persero. Direktur Utama Len Industri Abraham Mose mengungkapkan optimisme ini didukung oleh kompetensi perseroan dalam bidang persinyalan. Pasalnya, perseroan memiliki anak perusahaan khusus transportasi, yakni PT Len Railway Systems, yang juga fokus pada pembangunan "mass rapid transit" (MRT), "light rail transit" (LRT), serta monorail. "Karena memang sesuai dengan kompetensi kami. Jadi, kami diajak dan berkomunikasi untuk coba lakukan evaluasi desain dan pengembangan sistem persinyalan monorail," tutur Abraham dalam perbincangan dengan ANTARA di Jakarta, Senin. Menurut Abraham, anak perusahaan itu juga turut menangani proyek "engineering, procurement, and construction" (EPC). Dalam proyek monorail itu, porsi persinyalan yang akan dikerjakan oleh Len sekitar 15--20 persen, sedangkan populsi (PT Inka) 25 persen, sipil dan telekomunikasi 60 persen. "Artinya, porsi tersebut sama dengan dana yang akan dikeluarkan oleh perseroan. Begitu juga dengan BUMN yang lain," tuturnya. Ia tidak mempermasalahkan porsi minoritas dalam saham pada proyek monorail tersebut. Kendati demikian, dia mengharapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta BUMD dapat berpartisispasi dalam proyek monorail tersebut agar biaya yang dibebankan kepada setiap perusahaan lebih terjangkau. Misalnya, Pemprov DKI bisa memberikan lahan untuk merealisasikan proyek itu. "Kalau Pemprov DKI dan BUMD ikut 'share', justru lebih bagus karena kami pasti kembali lagi ke 'cash flow'," ujarnya. Selain keiikutsertaan Pemprov DKI dan BUMD yang menjadi keinginan perseroan, dia juga menggarisbawahi permasalahan harga tiket yang ditanggung masyarakat serta sistem "ticketing"-nya. "Kalau tiketnya bisa 'feasible', artinya bisa mengembalikan pinjaman maka struktur pinjaman akan jauh lebih murah," paparnya. Ia menginginkan harga tiket monorail tidak lebih dari Rp12 ribu dengan mengutamakan pelayanan. Terlebih lagi, jika monorail bisa terintegrasi dengan busway dan kereta api. "Jadi, bila orang turun dari monorail ini, mereka tidak perlu capek-capek lagi untuk pindah ke stasiun lainnya. Intinya, memberikan pelayanan yang optimal," ujarnya. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.