Wako Ramlan ajak investor nasional ikut serta di pembangunan Bukittinggi

id Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias.

Wako Ramlan ajak investor nasional ikut serta di pembangunan Bukittinggi

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias. Pemerintah Kota Bukittinggi membuka peluang kerjasama dengan investor untuk ikut serta membangun di kota setempat. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias membuka peluang kepada seluruh investor daerah maupun nasional untuk ikut serta dalam membangun kota setempat.

Hal itu disampaikan ke awak media menyusul berakhirnya kontrak hak guna bangunan (HGB) gedung pasar modern lima lantai milik negara di Bukittinggi yang dikenal dengan sebutan Pasar Banto Trade Center (BTC).

"Kita buka peluang investor dari mana saja untuk bekerjasama membangun Kota Bukittinggi, saat ini sudah ada penawran yang masuk untuk BTC," kata Ramlan, Sabtu (10/1).

Ia mengatakan segera menyeleksi penawaran yang masuk sesuai dengan hitungan bersama KPKNL dan dikaji menurut peraturan berlaku.

"Penawaran yang mana yang masuk dan menguntungkan Bukittinggi, apakah itu skema sewa bangunan atau bagi hasil. Selama memberikan pemasukan daerah dan sesuai aturan," kata Ramlan.

Wali Kota menegaskan tidak ingin bekerjasama dengan pihak yang akhirnya malah memberikan kerugian dan beban anggaran kepada pemerintah.

"Kita tidak ingin kembali terjadi kerugian di kas daerah, Pasar BTC yang semula diharapkan memberikan kontribusi daerah malah sebaliknya meninggalkan masalah dan pelanggaran," katanya.

HGB BTC sebelumnya dipegang oleh salah satu perusahaan swasta dengan perjanjian pemakaian selama 20 tahun dan berakhir Maret 2026.

Pemkot Bukittinggi mengungkap timbulnya masalah karena temuan ijin mendirikan bangunan (IMB) tidak dibayarkan serta tunggakan pajak bangunan dengan nilai total miliaran.

"Saya sudah panggil dan surati perusahaan itu, HGB tidak akan diperpanjang lagi. Kita buka lebar peluang bagi investor lain untuk masuk," pungkas Wako.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.