Ada totok untuk berhenti merokok di Padang Panjang

id berita padang panjang, berita sumbar, totok rokok, rokok, dinas kesehatan, germas

Ada totok untuk berhenti merokok di Padang Panjang

Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang Nuryanuwar. (Antara/Diskominfo Padang Panjang)

Padang Panjang, (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat mengajak warga daerah setempat berstatus perokok aktif agar memanfaatkan layanan totok rokok yang sudah tersedia di seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) daerah itu.

"Layanan totok rokok sudah ada di seluruh Puskesmas di Padang Panjang dan dapat dimanfaatkan warga yang ingin berhenti merokok dan mulai menerapkan gaya hidup sehat," kata Kepala Dinas Kesehatan Padang Panjang Nuryanuwar di Padang Panjang, Rabu.

Setiap Puskesmas, ujarnya sudah memiliki tenaga dokter dan petugas kesehatan yang sudah terlatih melakukan totok rokok. Pada layanan itu, dokter atau petugas akan memberikan tekanan atau totok pada beberapa bagian tubuh pasien.

Ia menerangkan totok rokok memang tidak memberikan hasil instan yang membuat perokok langsung berhenti merokok melainkan memberi efek seseorang menjadi enggan untuk kembali menghisap rokok.

"Ada efek rasa malas terhadap rokok usai totok rokok, karena itu usaha ini harus didukung pula dengan komitmen dari pasien bahwa betul-betul ingin berhenti merokok," katanya.

Tidak merokok termasuk salah satu langkah dalam gerakan masyarakat hidup sehat (Germas) dan sebagai upaya mengurangi beban biaya pengobatan penyakit katastropik yang nilainya tidak sedikit.

Selain berusaha untuk mulai berhenti merokok, gerakan hidup sehat juga diikuti dengan membiasakan diri melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari atau aktivitas lain yang membuat tubuh berkeringat.

Aktivitas banyak duduk seperti main "game" melalui gawai atau menonton televisi sambil menikmati kudapan manis, asin dan berminyak hendaknya dibatasi.

Langkah lain yaitu banyak minum air putih, mengonsumsi sayur dan buah setiap hari, tidak minum minuman beralkohol, menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan jamban sehat.

"Setelah usaha untuk hidup sehat itu, jangan lupa memeriksakan kesehatan secara rutin dan berkala setiap enam bulan sekali ke fasilitas kesehatan terdekat karena upaya mencegah lebih baik dari pada mengobati," katanya.

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2021