Jumhur Prihatinkan 36.000 TKI Bila Perang Korea

id Jumhur Prihatinkan 36.000 TKI Bila Perang Korea

Jumhur Prihatinkan 36.000 TKI Bila Perang Korea

Jumhur Hidayat

Yogyakarta, (Antara) - Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat memprihatinkan nasib sekitar 36.000 TKI di Korea Selatan bila pecah perang antara Korea Selatan dan Korea Utara. "Krisis di Semenanjung Korea sangat gawat, pasukan tentara kedua negara sudah siap perang dan saya memprihatinkan nasib TKI, tentu saja cemas," katanya di Yogyakarta, Jumat, tentang krisis di dua negara bertetangga itu. Kepala BNP2TKI menegaskan jumlah tenaga kerja asing asal Indonesia di Korea Selatan berada di peringkat dua setelah tenaga kerja asal Vietnam. Penempatan TKI di Korea Selatan merupakan program kerja sama antarpemerintah Indonesia melalui BNP2TKI dan Korea Selatan melalui (Human Resources Development) of Korea (HRD Korea) TKI di Korea Selatan bekerja pada sektor manufaktur dan industri, pertanian dan perikanan, konstruksi, dan jasa. Ia mengatakan untuk tahun 2012 sebanyak 10.500 TKI dikirim ke Korea Selatan pada sektor industri manufaktur dan perikanan. "Dari sekitar 50 ribu tenaga kerja yang dibutuhkan Korea Selatan, 10.500 orang di antaranya dipenuhi dari Indonesia," katanya. Jumhur mengatakan, saat ini sedang dilakukan pembukaan kembali lowongan serta proses seleksi calon TKI ke Korea. Negeri ginseng itu, katanya, sangat membutuhkan tenaga kerja asing dan terutama dari Indonesia yang tenaga kerjanya dikenal disiplin, ramah, dan giat bekerja. "Bisa dibayangkan bila perang Korea pecah maka sangat berpengaruh pada keberadaan TKI di sana," katanya. Ia berharap perang Korea Selatan dan Korea Utara itu tidak terjadi. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.