Bukittinggi alami deflasi 0,1 persen

id Badan Pusat Statistik,Bukittinggi deflasi,berita bukittinggi

Bukittinggi alami deflasi 0,1 persen

Cabai merah salah satu komoditas penyumbang deflasi di Bukittinggi November 2019. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Bukittinggi (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat mencatat daerah itu mengalami deflasi pada November 2019 karena penurunan indeks pada kelompok bahan makanan dan kelompok sandang.

Kepala BPS Bukittinggi Mukhlis di Bukittinggi, Senin, mengatakan selama November 2019 harga barang kebutuhan menunjukkan penurunan namun yang paling besar terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 0,6 persen dan kelompok sandang sebesar 0,14.

Sumbangan deflasi kedua kelompok itu selama bulan tersebut cukup besar meski lima kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi yaitu kelompok minuman, makanan jadi, rokok dan tembakau sebesar 0,04 persen, kelompok perumahan, listrik, air, gas dan bahan bakar sebesar 0,012 persen.

Selanjutnya kelompok kesehatan 0,002 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,009 persen serta kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,002 persen.

Pada kelompok bahan makanan komoditas yang dominan menyumbang deflasi yaitu cabai merah sebesar 0,17 persen dan pada kelompok sandang komoditas emas perhiasan sebesar 0,01 persen.

Komoditas lain yang juga mengalami penurunan harga yaitu belut, kentang, daging ayam ras, ikan dencis, cabai hijau, jengkol, emas perhiasan, buncis, ketimun, ikan tongkol, minyak goreng, bawang putih dan komoditaslainnya.

Selama November 2019, 57 kota mengalami inflasi dan 25 kota mengalami deflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,06 persen dan terendah di Batam dan Denpasar sebesar 0,01 persen.

Bukittinggi berada di urutan ke-10 di Pulau Sumatera dan urutan ke-64 dari seluruh kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia.

Tingkat perubahan IHK menggambarkan daya beli masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian, makin tinggi inflasi maka makin rendah nilai uang dan daya belinya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar