LL Dikti Wilayah X dorong PTS sesuaikan kurikulum berbasis revolusi industri 4.0

id Herri,LL Dikti,berita kampus,berita padang,berita sumbar,padang terkini,sumbar terkini

LL Dikti Wilayah X dorong PTS sesuaikan kurikulum berbasis revolusi industri 4.0

Kelapa LL Dikti wilayah X Prof Herri. (Antara Sumbar/Laila Syafarud)

Padang, (ANTARA) - Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LL Dikti) Wilayah X mendorong semua Perguruan Tinggi Swasta (PTS) supaya menyesuaikan kurikulum berbasis revolusi industri 4.0.

"Sekarang kita tengah memasuki revolusi industri 4.0, maka jadilah kampus yang mengikuti perkembangan zaman dan tentunya menyesuaikan kurikulum seperti tuntunan zaman,” kata Kepala LL Dikti Wilayah X Prof Herri di Padang, Jumat.

Selain itu, di masa revolusi industri 4.0 setiap pekerjaan akan digantikan dengan robot.

Ia juga mengatakan kedepannya di bidang kesehatan, penggunaan alat pengukuran tensi akan menggunakan alat lebih canggih yang cepat dan praktis.

"Jika kita masih mengajarkan mahasiswa dengan menggunakan manual, maka kita akan tertinggal dan tidak mampu bersaing," ujar dia.

Bahkan pekerjaan demikian tidak akan ada lagi karena sudah digantikan dengan alat yang canggih berupa robot yang lebih akurat, cepat dan tepat.

"Saat ini di negara maju, membawa mobil sudah dilakukan oleh robot, tentu kedepannya kita juga akan mengikuti perkembangan zaman seperti mereka," sambung dia.

Ia juga mengimbau semua PTS wilayah X agar memerhatikan dan menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan zaman supaya PTS tersebut tidak tertinggal jauh dari Perguruan Tinggi lainnya.

"Selain itu, tujuannya ialah agar kualitas pendidikan tinggi tetap terjaga dan supaya bangsa kita memiliki daya saing yang bisa sejajar dengan negara lain," ujarnya.

Ia juga mengimbau bagi PTS yang memiliki Prodi baru agar segera mengusulkan akreditasi dengan target minimal terakreditasi B.

"Hal ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan masyarakat terkait mutu pendidikan tinggi, karena masyarakat kita saat ini sudah cerdas jika Prodi tersebut belum terakreditasi maka mereka akan urungkan niat untuk mendaftar karena masih belum terakreditasi," sambung dia. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar