Direktur BMT ini dilaporkan ke polisi karena bawa kabur Rp30 miliar uang nasabahnya

id BMT Amanah Ray,Uang nasabah dibawa kabur,Polrestabes Medan,berita medan,berita sumut,sumut terkini,medan terkini

Direktur BMT ini dilaporkan ke polisi karena bawa kabur Rp30 miliar uang nasabahnya

Para nasabah dan karyawan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Amanah Ray di Medan, Sumatera Utara, mendatangi Markas Besar Kepolisian Resor Kota Besar (Mako Polrestabes) Medan, Selasa (10/9).  (Antara Sumut/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Medan, (ANTARA) - Puluhan nasabah dan karyawan Baitul Maal wa Tamwil (BMT) Amanah Ray di Medan, Sumatera Utara, mendatangi Polrestabes Medan, Selasa, mereka hendak melaporkan Direktur BMT Amanah Ray, Rusdiono yang diduga membawa kabur uang lebih dari Rp30 miliar.

Berdasarkan keterangan salah seorang nasabah Reza, sebanyak Rp30 juta uang miliknya yang hilang. Ia mengaku sudah mendatangi kantor BMT Amanah Ray cabang Jalan Sutrisno namun kondisi kantor sudah tidak beroperasi lagi.

"Sudah seminggu lalu saya datangi kantor itu tapi udah tutup, makanya ini kami buat laporan," katanya kepada ANTARA.

Baca juga: Menabung di BMT sejak 2004. uang Rp500 juta milik penjual ayam potong raib dibawa kabur sang direktur

Sementara itu, salah seorang karyawan BMT Amanah Ray cabang Jalan Sutrisno Medan, GL, juga mengaku kehilangan uang senilai Rp20 juta.

"Kalau digabungin semuanya uang nasabah sama karyawan lebih lah dari Rp30 miliar yang hilang," ungkapnya.

Ia mengaku sudah mendatangi rumah Direktur BMT Amanah Ray Rusdiono, namun kondisi rumah tersebut sudah kosong. Tidak hanya itu, nomor telepon )HP) Rusdiono juga tidak bisa dihubungi.

"Tadi malam aku sengaja datang jam 12.00 malam, tapi enggak ada juga orangnya," katanya.

Ia mengatakan, ada tujuh cabang kantor BMT Amanah Ray antara lain di Jalan Pinang Baris, Jalan Sutrisno, Pakam Deli Tua, Setia Budi, Marelan dan Binjai.

Saat ini ketujuh kantor cabang tersebut sudah tutup dan tidak beroperasi lagi. Para pimpinan kantor cabang tersebut juga tidak bisa dihubungi. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar