Remaja putus sekolah di Batang Kapas terlibat pencurian motor, polisi kejar penadah

id Polsek Batang Kapas,remaja terlibat pencurian

Remaja putus sekolah di Batang Kapas terlibat pencurian motor, polisi kejar penadah

Kantor Kepolisian Sektor Batang Kapas. (ANTARA / Didi Someldi Putra)

PainanĀ  (ANTARA) - Petugas Kepolisian Sektor Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menangani kasus pencurian sepeda motor yang diperankan oleh anak di bawah umur.

Kepala Kepolisian Sektor Batang Kapas, Iptu Impriadi di Painan, Rabu, menjelaskan pelaku berinisial "VA" (17) merupakan anak putus sekolah, yang bersangkutan ditangkap di rumahnya Kamis (29/8) jam 18.00 WIB.

"Dari penangkapan tersebut kami mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon genggam dan satu unit sepeda motor yang digunakannya dalam beraksi," tambahnya.

Ia melanjutkan, karena tersangka masih berstatus anak pihaknya pun melibatkan Balai Permasyarakatan (Bapas) Klas 1 Padang dalam penangan kasus ini untuk dilakukan diversi, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1997 tentang Peradilan Anak.

Hanya saja ungkapnya, besar kemungkinan diversi gagal karena ancaman hukuman yang menjerat tersangka maksimal tujuh tahun, lain halnya jika ancaman hukumannya kurang dari itu.

Dirinya mengungkap, penangkapan tersangka bermula dari laporan warga Nagari Koto Nan Tigo pada Februari 2019 yang menyatakan kendaraan roda dua miliknya hilang.

Dari laporan tersebut pihaknya langsung mendalami tahapan demi tahapan terus dilalui dan akhirnya tersangka di tangkap di rumahnya.

"Informasi dari tersangka ia tidak sendiri dalam melancarkan aksinya. Ia dibantu satu orang rekannya berinisial "J" dan saat ini yang bersangkutan dalam pengejaran," kata dia.

Selain itu saat ini pihaknya juga tengah memburu penadah yang menampung sepeda motor hasil curian tersangka dan diperkirakan kendaraan tersebut masih berada di kabupaten setempat.

Sepanjang 2019 pihaknya mencatat pencurian sepeda motor di wilayah hukumnya telah terjadi sebanyak dua kali dan yang melibatkan hanya terjadi satu kali ini saja.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar