10 perwakilan dari lima negara Afrika pelajari sistem minapadi Indonesia

id kkp,minapadi,negara afrika

10 perwakilan dari lima negara Afrika pelajari sistem minapadi Indonesia

Delegasi perwakilan dari lima negara Afrika belajar minapadi di Indonesia. (Dokumentasi Kementerian Kelautan dan Perikanan)

Jakarta, (ANTARA) - Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menyatakan sebanyak 10 perwakilan dari lima negara Afrika mempelajari sistem minapadi yang dikembangkan di Indonesia.

"Kelima negara tersebut, yakni Mauritania, Zimbabwe, Zambia, Ghana dan Senegal merupakan delegasi peserta kegiatan Integrated Rice Fish Farming to Support National Food Security and Build Climate Aquaculture Resilience for African Countries," kata Slamet Soebjakto dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia memaparkan pelatihan tersebut merupakan rangkaian kegiatan Kerja Sama Selatan Selatan Triangular (KSST) yang diadakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri.

Kelima negara tersebut, lanjutnya, belajar minapadi di lahan percontohan minapadi KKP yang menjadi binaan Balai Besar Budidaya Air Tawar Sukabumi.

Slamet mengungkapkan pengembangan minapadi di negara berkembang, seperti Afrika sangat cocok untuk diterapkan.

"Banyak keuntungan yang didapatkan dalam budidaya ikan sistem minapadi, sehingga cocok sekali dikembangkan di negara-negara yang sedang berkembang untuk memenuhi kebutuhan protein ikan serta padi. Minapadi, mampu meningkatkan optimalisasi lahan sawah yang tidak hanya menghasilkan padi, namun juga ikan. Selain itu, penggunaan air dan pupuk akan sangat efisien efisien sehingga biaya produksi relatif lebih murah. Produksi padi yang tanpa menggunakan pestisida turut menjadi faktor plus," ungkap Slamet.

Slamet menambahkan kegiatan pelatihan minapadi yang merupakan tindak lanjut dari rangkaian Our Ocean Conference 2018 ini selain diharapkan mempererat kerja sama Indonesia dengan negara-negara Afrika, juga dapat meningkatkan kontribusi Indonesia dalam rangka memperkuat ketahanan pangan global.

Selain itu, ujar dia, kegiatan ini merupakan sarana yang bagus untuk melakukan transfer teknologi kepada negara potensial dalam bidang pertanian dan perikanan, seperti di beberapa negara di Afrika.

"Sawah disana memang tidak sebanyak di Indonesia, namun saya yakin sistem minapadi mampu meningkatkan produksi padi dan juga ikan. Pelatihan minapadi ini sengaja kami pilih di Sukabumi supaya peserta selain paham mengenai bagaimana budidaya minapadi juga dapat melihat bahwa kawasan minapadi Desa Cikarutug Kecamatan Cireunghas, Sukabumi yang juga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi agrowisata serta wisata edukasi bagi masyarakat," ucapnya.

Sebelumnya Indonesia telah ditetapkan oleh FAO (Badan Pangan Dunia) sebagai rujukan model pengembangan minapadi level Asia-Pasifik. Penunjukan Indonesia, karena dinilai telah berhasil dalam mengembangkan minapadi sebagai program prioritas nasional untuk mendukung ketahanan pangan.

Sebagai salah satu kegiatan prioritas KKP sejak 2016, hingga 2018 KKP sudah mengembangkan percontohan minapadi di lahan seluas 580 ha dan menyebar di 26 kabupaten di Indonesia.

Untuk tahun 2019, KKP sedang mengembangkan lagi di lahan seluas 400 ha yang tersebar di berbagai daerah di Nusantara. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar