Vloger cilik kritik candu gawai anak lewat lagu

id Nasya

Nasya, vloger cilik Sumatera Barat melagukan single berisi kritik tentang generasi Z yang kecanduan gawai. (ANTARA SUMBAR/ Ist)

Padang (ANTARA) - Vloger cilik asal Sumatera Barat, Nasya meluncurkan sebuah single berjudul "Kawan ku" pada momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2019 sebagai kritik atas anak generasi Z yang lebih suka bermain gawai dari pada permainan tradisional.

Dalam single itu, Nasyayang duduk di bangku kelas IV SD menyanyikan lagu yang diciptakan oleh ayahnya, Iggoy el Fitra dengan cukup apik. Aransemen musik hasil kolaborasi dengan 3AM Studio Padang juga berhasil "mendukung" lagu hingga lebih hidup .

"Lagu ini tidak bersifat komersil. Yang dijual juga bukan suara Nasya, tetapi pesannya," kata Iggoy di Padang, Senin.

Ia bercerita proses penciptaan lagu itu berangkat dari keluhan Nasya yang kesulitan mengajaknya teman-temannya untuk bermain karena sibuk dengan gawai masing-masing. Padahal kecanduan bermain gawai bisa berdampak buruk pada psikologi anak.

"Lagu ini ingin menyampaikan bahwa banyak permainan tradisional yang bisa dimainkan bersama-sama dan tidak kalah menyenangkan dari game di gawai," katanya.

Selain lagu yang dikerjakan secara profesional, video klip juga dibuat dengan konsep dan eksekusi visual yang baik. Permainan simbol yang dihadirkan Iggoy sebagai pembuat video klip, bisa langsung dipahami maksudnya.

Pantai Pasir Jambak yang dipilih sebagai lokasi pengambilan gambar juga berhasil menunjukkan potensi destinasi wisata Sumbar yang selalu menarik bagi wisatawan.

Sesuai hobinya membuat vlog sejak 2018, lagu itu tidak diluncurkan dalam bentuk cakram padat, tetapi melalui akun youtube Cerita Nasya yang telah dilanggani oleh 1415 orang. Masyarakat umum bisa menikmatinya pada Selasa (23/7) bertepatan dengan peringatan HAN 2019.

Bagi Nasya, itu adalah kali perdana meluncurkan lagu yang dibuat dan direkam secara profesional, namun mungkin bukan terakhir kali. Karena dalam setiap vlog yang dibuat bersama sang ayah, selalu menyertakan musik orisinil gubahan sendiri. Sebagian telah berbentuk refrein yang bisa menjadi sebuah lagu tersendiri nantinya.

Lagu "Kawan ku" sekaligus menjadi oase bagi lagu anak yang semakin lama sudah semakin langka. Meski sang pencipta, Iggoy mengakui lagu itu relatif agak "berat" bagi anak-anak karena mengandung kritik.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar