ICGE di Padang Panjang bahas harmonisasi perkembangan teknologi dan pendidikan global

id Konferensi pendidikan global,ICGE ,Datuk Muhammad Hussin,Padang Panjang

Penggagas ICGE Prof Datuk Muhammad Hussin. (Antara Sumbar/ Ira Febrianti)

Padang Panjang (ANTARA) - Konferensi pendidikan global atau ICGE yang diselenggarakan di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat membahas upaya yang perlu dilakukan untuk menyelaraskan perkembangan teknologi dengan pendidikan dan sumber daya manusia yang ada di bidang tersebut.

Penggagas ICGE Prof Datuk Muhammad Hussin di Padang Panjang, Senin, mengatakan perkembangan teknologi telah melahirkan sejumlah bentuk pekerjaan baru sehingga dunia pendidikan perlu berbenah agar turut berkembang.

"Dulu dalam ICGE kami banyak bicara tentang pendidikan untuk membangun ekonomi. Sekarang teknologi yang menjadi tren. Topik ini yang kami bahas dalam dua hari kegiatan untuk menghasilkan resolusi agar pendidikan berkembang bersama teknologi," katanya.

Konferensi bertema Humanising Technology for IR 4.0 juga menekankan upaya agar alam tetap terjaga, budaya tetap lestari dan mengeratkan hubungan antarmanusia di tengah perkembangan teknologi.

Sejumlah topik yang dibahas dalam kegiatan tersebut yaitu penguatan sumber daya manusia, pengembangan kurikulum pendidikan, pola pembelajaran abad 21 dan era revolusi industri 4.0, pendidikan kesehatan IR 4.0 dan lainnya.

International Conference on Global Education (ICGE) merupakan kegiatan yang dilaksanakan oleh Universitas Eka Sakti Padang dan Universiti Kebangsaan Malaysia.

Kegiatan itu dilaksanakan setiap tahun sejak 2013 bergiliran menjadi tuan rumah antara Malaysia dan Indonesia. Pada 2019, turut menjadi penyelenggara Universitas Baiturrahmah Padang dan Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Pelaksanaan di Padang Panjang merupakan kegiatan yang ke tujuh kalinya diselenggarakan selama dua hari yaitu 1 dan 2 Juli 2019.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh akademisi dari dalam dan luar Indonesia di antaranya dari Malaysia, Palestina, Libia dan Amerika Serikat.

Rektor Universitas Baiturrahmah Prof Musliar Kasim menambahkan topik mengenai pendidikan kesehatan merupakan topik baru yang dibahas dalam ICGE yang sebelumnya hanya membahas ilmu sosial.

Universitas Baiturrahmah, ujarnya merupakan perguruan tinggi yang fokus di bidang kesehatan sehingga ikut terlibat dalam ICGE ke tujuh.

Menurutnya dalam pendidikan bidang kesehatan idealnya seorang dosen berperan sebagai fasilitator sementara mahasiswa aktif menyelesaikan dan mencari tahu sendiri setiap topik yang dibahas dalam perkuliahan.

"Ini salah satu contoh sederhana pemanfaatan teknologi yaitu mendorong mahasiswa mencari tahu lebih banyak bahkan di luar hal yang disinggung dalam perkuliahan," katanya.

Konferensi tersebut menurutnya juga dapat dimanfaatkan oleh dosen dan mahasiswa untuk membangun jejaring, bertukar informasi, mengenal presentasi internasional dan informasi akademis lainnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar